Hatta Rajasa Representasi Umat Islam yang Paling Pas Jadi Cawapres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 06 Mei 2014, 11:15 WIB
Hatta Rajasa Representasi Umat Islam yang Paling Pas Jadi Cawapres
hatta rajasa/net
rmol news logo . Dalam sejarah kepemimpinan Indonesia, posisi dan representasi umat Islam tidak bisa dinafikan. Bahkan, sudah saatnya tokoh-tokoh Islam tampil ke depan, dan apalagi banyak tokoh-tokoh Islam yang bisa diperhitungkan.

"Ada Hatta Rajasa, Muhaimin Iskandar, Suryadharma Ali dan Anis Matta. Keempat tokoh tersebut patut diperhitungkan karena mereka adalah ketua umum partai," kata Ketua Umum PP Himpunan Mahasiswa (Hima) Persatuan Islam (Persis), Nizar A. Saputra, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 6/5).

Dengan posisi mereka sebagai ketua umum partai, lanjut Nizar, maka ini menjadi jalan untuk memuluskan langkah menjadi cawapres di Pilpres mendatang. Namun demikian, dari keempat tokoh tersebut, hanya Hatta Rajasa yang dianggap paling menonjol dan mempunyai posisi tawar yang tinggi untuk menjadi cawapres.

"Popularitas dan elektabilitas Hatta Rajasa masih tertinggi dibandingkan dengan tiga ketua umum partai berbasis Islam tersebut," ungkap Nizar.

Selain sebagai ketua umum partai, masih kata Nizar, Hatta Rajasa juga berpengalaman. Duduk di kabinet selama tiga periode pemerintahan, menjadi bukti bahwa profesionalitas dan kapasitas Hatta Rajasa memang tidak diragukan. Di tangan dinginnya, perkenomian Indonesia stabil dan kuat dari berbagai krisis.

"Bahkan, di bawah kinerjanya, Indonesia menjadi salah satu dari sepuluh negara terkuat ekonominya di dunia. Sosok yang seperti inilah yang dibutuhkan bangsa Indonesia ke depan," tegas Nizar.

Senin kemarin (5/5), dalam diskusi yang digelar BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam Bandung (STAIPI Bandung) dengan tema "Menakar Kekuatan Tokoh Islam dalam Peta Politik Pilpres 2014", Nizar mengatakan ada empat poros kekuatan yang akan bertarung di pilpres 2014; PDIP dengan Jokowi sebagai Capresnya; Gerindra dengan Prabowonya; ARB dengan Golkarnya; dan Demokrat dengan Capres hasil konvensinya.

Namun, katanya, empat poros tersebut masih belum final. Bisa saja mengerucut menjadi tiga poros saja, dan bahkan petanya bisa berubah apabila ARB legowo menjadi cawapres saja. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA