Karena itu, Keluarga Mahasiswa Universitas Bung Karno (KM UBK) secara tegas menolak pencapresan Prabowo Subianto.
"Kami menolak calon presiden yang punya dosa atas Hak Asasi Manusia, Prabowo harus bertanggung jawab dan meminta kejaksaan agung untuk mengungkap itu semua secara jelas," kata aktivis KM UBK, Afditya Iman Fahlevi, dalam keterangan di Jakarta (Senin, 5/5).
Menurut Afditya, Prabowo telah berbohong dengan mengatakan tidak tahu keberadaan aktivis 97-98 yang diculik, dan hingga kini belum kembali. Sebab mantan anak buah Prabowo, Kivlan Zein, mengatakan bahwa ia tahu keberadaan tempat aktivis yang diculik dan dibuang itu.
"Kalau Kivlan saja tahu, tak mungkin Prabowo tidak tahu. Lantas kenapa dia harus kabur ke Jordania pada waktu itu," ungkapnya.
Tak hanya itu, Afditya percaya bahaya laten Orde Baru yang otoriter bisa kembali bila Indondesia dipimpin Prabowo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: