"Banyak kyai yang juga terjun ke politik," kata gurubesar ilmu politik Universitas Indonesia (UI), Maswadi Rauf, kepada
Rakyat Merdeka Online, Senin kemarin (5/5).
Karena itu, ungkap Maswadi, bisa dipahami bila semua capres mendatangi para kyai yang berada di pondok-pondok pesantren. Bisa dikatakan para capres itu berebut minta restu dan doa pada kyai.
"Kyai itu punya jaringan, dan santrinya tersebar dimana-mana. Santri-santrinya ini punya pesantren lagi, jadi kyai dan jadi panutan masyarakat lagi," ungkap Maswadi.
Namun demikian, dalam catatan Maswadi, tidak semua kyai punya pengaruh kuat di masyarakat. Ada juga kyai-kyai yang hanya diteladani dalam ritual agama, namun tidak diikuti dalam hal pilihan politik.
"Makanya capres berebut simpati pada kyai yang berpengaruh," demikian Maswadi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: