"Walau demikian, hendaknya kita yang sadar dan terus berjuang menyadarkan rakyat tidak membenci segelintir aktivis 98 yang saat ini sedang kehilangan kesadaran terhadap sejarah," kata Sekjen Perhimpunan Nasional Aktivis (Pena) 98, Adian Napitupulu, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 3/5).
Sebaliknya, lanjut Adian, dengan kesabaran dan ketelatenan, aktivis yang sadar harus berusaha memperbaiki struktur ingatan mereka itu.
"Mungkin saja, segelintir aktivis itu menjadi rusak karena kerasnya benturan syahwat politik atau ilusi kesejahteraan yang umumnya dijanjikan oleh tiap pelaku kejahatan," ungkap Adian.
Pernyataan Adian ini terkait dengan sementara aktvis yang mendukung Prabowo Subianto menjadi capres. Pena 98 sendiri menolak Prabowo Subianto sebagai capres. Penolakan ini, katanya, tidak bisa dipandang semata-mata sebagai bagian dari kompetisi politik, namun bagian dari tugas mengobati amnesia sejarah sebagai tahap penting dalam perjuangan menegakan kebenaran dan keadilan.
[ysa]
BERITA TERKAIT: