"Mereka hanyalah gerombolan para pembual dan penipu yang tak ada bedanya dengan Presiden SBY yang telah menipu kita selama 10 tahun, yang mewariskan kepada kita tulang belulang, kerusakan moral dan kekacauan bernegara," kata Koordinator Petisi 28, Haris Rusly, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 3/5).
Menurut Haris, tak ada yang dapat membantah bila penyelenggaran Pileg 2014 penuh dengan faktakejahatan, kebiadaban dan kebrutalan. Praktik
money politic dilakukan terang-terangan, sementara tingkat rakyat tersebar kantong-kantong pengepul suara dengan brokernya untuk dijual ke caleg yang haus kursi DPR.
Sedangkan penyelenggara pemilu, dari KPU tingkat PPS, lanjut Haris, berubah mejadi mafia suara dan lembaga tender aspirasi rakyat. Di saat yang sama, Bawaslu dan Panwaslu menyalahgunakan fungsi pengawasan untuk memeras Caleg yang terlibat kecurangan dan
money politic.
"Dan mereka para Capres tak peduli dengan kejahatan dan kebiadaban pemilu, mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi untuk mendapatkan tiket menjadi Capres," demikian Haris.
[ysa]
BERITA TERKAIT: