Demikian disampaikan Wasekjen DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah. Basarah menegaskan, kedatangan Jokowi ke ITB dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan itu berdasar undangan pihak kampus ITB dalam rangka penandatanganan nota kerja sama antara Pemda DKI dengan ITB terkait dengan pencanangan Bandung sebagai Kota Pintar atau Smart City.
Program tersebut adalah salah satu program Pemerintah Kota Bandung yang bekerja sama dengann ITB, yang juga melibatkan Pemda DKI Jakarta dalam pelaksanaannya.
"Sebagai Gubernur DKI, Jokowi sah untuk datang dan menghadiri undangan Rektor ITB, apalagi acara tersebut menyangkut kerja sama untuk kepentingan dan kebaikan semua pihak," kata Ahmad Basarah kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 17/4).
Justru, Basarah melanjutkan, bila Jokowi tidak hadir memenuhi undangan tersebut, rakyat akan menilai Jokowi tidak mau melaksanakan kewajibannya sebagai Gubernur DKI Jakarta serta dapat dianggap tidak punya kepedulian terhadap perkembangan Iptek melalui kampus ITB.
"Di samping itu, saat ini bukanlah masa kampanye Pilpres karena tahapan kampanye Pilpres memang belum dimulai. Penandatanganan kerja sama ITB dan Pemda DKI adalah bukti Jokowi memanfaatkan potensi bangsa Indonesia sendiri utk membangun bangsa," demikian Basarah, yang juga mantan aktivis mahasiswa.
[ysa]
BERITA TERKAIT: