Gerindra Berhasil Menjebak PPP

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 17 April 2014, 14:19 WIB
Gerindra Berhasil Menjebak PPP
ilustrasi/net
rmol news logo . Strategi memecah belah lawan politik yang sudah biasa dijalankan Rezim Orde Baru, kini diulangi Prabowo dan Gerindra. Prabowo dan Gerindra pun berhasil memecahbelah dan menghancurkan soliditas Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit. Arbi pun menilai, elite PPP tidak menyadari bahwa partainya secara halus dan perlahan-lahan sedang di ambang kehancuran. Menurutnya, hal itu terjadi akibat sikap rakus dan pragmatis elite-elite PPP yang khawatir tidak mendapat kekuasaan dalam pemerintahan mendatang.

"Strategi politik memecah belah telah berhasil memojokkan dan memaksa PPP supaya berkoalisi dengan Partai Gerindra. Tanpa disadari ini sekaligus menghancurkan PPP agar semakin tergantung. Partai Gerindra juga berhasil menjebak PPP masuk di bawah kendali kekuasaan Partai Gerindra," kata Arbi beberapa saat lalu (Kamis, 17/4).

Arbi mengatakan, contoh nyata yang menjadi bukti bahwa Partai Gerindra berhasil menghancurkan PPP adalah disingkirkannya sejumlah elite PPP di pusat dan daerah. Elite-elite yang dipecat dikenal keras mengkritik kehadiran ketua umum PPP Suryadharma Ali dalam kampanye Partai Gerindra.

Arbi mengatakan, salah satu bentuk ketidakcerdasan sejumlah elite PPP dalam berpolitik di antaranya saat hadirnya Suryadharma dalam kampanye terbuka Partai Gerindra. Tidak hanya hadir, Suryadharma bahkan secara terbuka mendukung Prabowo sebagai calon presiden.

"Itu kampanye partai lain, kok, ketua umum PPP hadir? Kalau itu acara ulang tahun Partai Gerindra tidak apa hadir, tapi ini kan kampanye partai lain. Memangnya PPP sekarang ini anak atau subordinat dari Partai Gerindra? Kalau PPP sekarang sudah subordinat Partai Gerindra tidak apa-apa jika Suryadharma hadir," demikian Arbi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA