Janggal karena PPP sendiri sudah menetapkan nama-nama capres, dan tidak ada nama Prabowo. Aneh karena ketika semua partai berkampanye untuk mensolidkan barisan, SDA, begitu Surydharma Ali disapa, malah justru mendatangi kampanye partai lain.
"Jelas hal ini penuh tanda tanya," kata pengamat politik Ray saat dihubungi di Jakarta (Kamis, 17/4).
Karena itu, menurut Ray, bila SDA malah memecat sebagian pengurus DPP dan DPW yang mempertanyakan hal ini, maka ini justru bukan menyelasaikan masalah, melainkan memicu masalah lanjutan. Solusi yang seharusnya dilakukan SDA adalah menjelaskan soal nasib capres yang sempat diusung PPP dalam Rakernas, juga menjelaskan alasan kehadirannya dalam kampanye Gerindra.
"SDA sejatinya menjawab hal ini. Tentu saja jika argumennya memuaskan, tak ada alasan untuk menjungkalkannya. Di sinilah kematangan sebagai pemimpin diuji," kata Ray.
Hal itu, lanjut Ray, penting diperjelas karena memang peluang PPP untuk berkoalisi dengan parpol lain di luar Gerindra masih terbuka. Di dalam tubuh PPP sendiri, ada kubu yang tidak merasa PPP harus serta merta merapat ke Gerindra.
"Harus dipahami langkah ke Gerindra itu semata merupakan putusan politik SDA dan bukan PPP," kata Ray.
Di PPP sendiri, setelah ada gerakan 27 pengurus DPW PPP menggulirkan pemecatan SDA, belakangan muncul surat pemecatan bagi para pentolan pengurus itu. Namun, oleh Sekjen PPP Romahurmuzy, kabar pemecatan itu dibantah dan partainya akan berusaha mendorong adanya Islah.
[ysa]
BERITA TERKAIT: