Begitu disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi kepada wartawan di Jakarta siang (10/4) ini.
Konsekuensi pengakuan kekalahan itu, kata Adhie, SBY sebagai presiden tidak lagi mengeluarkan kebijakan strategis, yang bisa berdampak kepada pemerintahan selanjutnya. Seperti kebijakan moneter atau perpanjangan kontrak karya (KK) sumber daya alam seperti Freeport.
Adhie mengingatkan parpol pemenang pemilu agar selain meminta SBY tidak membuat kebijakan strategis, juga mengawasi supaya rezim ini tidak menggunakan kesempatan di penghujung kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan golongan.
"Ingat, rezim Soeharto membobol Bank Indonesia ratusan triliun rupiah lewat BLBI di akhir kekuaasaannya. Perppu No 4 Tahun 2008 yang menjadi dasar hukum rekayasa bailout Bank Century dikeluarkan SBY di akhir masa kekuasaan (periode pertama)," ungkap jubir presiden era Gus Dur ini.
"Saya mendengar rezim SBY akan segera memperpanjang kontrak karya PT Freeport hingga 2041. Ini harus dibatalkan. Karena selama ini perusahaan tambag emas milik AS ini sudah sangat merugikan bangsa Indonesia," pungkas Adhie.
[dem]
BERITA TERKAIT: