"
Jokowi effect itu luar biasa. DKI Jakarta merupakan wilayah yang paling merasakan efek Jokowi. Sehingga PDIP bisa mencapai suara sampai 40 persen di Jakarta," kata Ketua Umum Aliansi Nasionalis Indonesia(Anindo), Edwin Henawan Soekawati, beberapa saat lalu (Jumat, 4/4).
Selain karena
Jokowi effect, lanjut Edwin, keberhasilan PDI Perjungan pada pemilu kali ini juga karena bisa menjaga konsistensi menjadi partai oposisi selama 10 tahun. Di luar faktor internal, saat ini ada kecenderungan pendukung partai politik lain tidak menggunakan hak pilihnya karena kecewa melihat kinerja partainya selama lima tahun ini dan kecewa kepada pengurus-pengurus partainya, baik di legislatif maupun di pemerintahan.
"Masyarakat sebetulnya sudah malas melihat partai-partai politik yang ada ini. Tetapi setelah mengetahui Gubernur DKI jakarta Jokowi jadi capres PDIP, masyarakat pun terlihat bergairah menggunakan hak pilihnya, mereka ikut pemilu. Dan siapa pun calon wakil presidennya, Jokowi akan unggul atau menang hanya dalam satu putaran," ungkap Edwin.
Dalam kaitan ini Anindo berharap, pemenang pileg dan pilpres nanti harus menjalankan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, yang merupakan cita-cita bangsa Indonesia dengan menempatkan Pancasila sebagai dasar negara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: