Demikian disampaikan Presiden Koalisi Pekerja/Buruh Selamatkan Indonesia (Konsep Indonesia) Satya Wijayantara dalam siaran pers yang diterima
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu, Selasa (1/4).
"Konsep Indonesia menolak dan mengecam klaim para elit-elit parpol, salah satunya PDIP yang melakukan pembajakan suara buruh dengan mengklaim gerakan buruh sebagai pendukungnya, padahal hanya untuk kepentingan politiknya belaka," kata Satya Wijayantara.
Satya menegaskan klaim atas suara buruh oleh kalangan elit PDIP bahkan dianggap sebagai cara pembajakan pemilih kaum buruh. Satya meminta buruh berhati-hati jika ada ajakan pengerahan dukungan untuk partai tertentu.
Apalagi, lanjut Satya, klaim dukungan buruh itu semakin santer pasca penetapan Gubernur DKI Joko Widodo menjadi calon presiden atas mandat dari ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut.
"Tindakan pembajakan suara tersebut mengingkari kesejarahan, bahwa di masa Megawati berkuasa dan menjadi presiden terbukti nasib buruh swasta maupun BUMN terpinggirkan," tegas Satya.
Satya menjelaskan, UU 13/2003 tentang Tenaga Kerja Indonesia disahkan saat Megawati menjabat sebagai Presiden. Megawati telah berselingkuh dengan kapitalisme. Malah Megawati juga ikut melegalkan praktek kontrak atau outsourcing terhadap buruh.
"Melakukan privatisasi atau penjualan aset BUMN, diantaranya Indosat, yang menopang Industri strategis di bidang Informasi dan keamanan," beber Satya
Oleh karenanya, Satya meminta kalangan buruh agar mampu berpikir jernih dan cermat menghadapi situasi politik menjelang pemilu 2014. Buruh jangan terpengaruh atas hegemoni politik partai tertentu yang akibatnya malah dimanfaatkan suaranya untuk kepentingan sesaat.
[zul]
BERITA TERKAIT: