"Noda tersebut akan datang kembali bahkan lebih pekat dan sulit dihapus jika memang Jokowi terlalu didikte partai yangg punya track buruk dalam penjualan aset negara," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 25/3)
Menurut Agung, jika memang PDI Perjuangan tak mau mengulang sejarah penjualan aset negara, maka Jokowi sebagai capres yang diusung partai berlambang banteng moncong putih tersebut seharusnya berani mengemukakan visi misi pengelolaan aset negara dan berani berkampanye untuk menempatkan Menteri dari kalangan profesional dan non partisan.
"Sayangnya kampanye Jokowi miskin program. Yang ditampilkan adalah sosoknya yang sederhana. Kampanye yang menguras perasaan tapi mengesampingkan akal sehat," sindir Agung
Sebelumnya, sindiran yang ditujukan kepada PDIP karena dinilai gemar menjual aset negara, diungkapkan Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah lewat akun pribadi twitternya. Fahri menyinggung beberapa kebijakan Megawati kala menjadi Presiden, yang dinilai merugikan karena menjual aset negara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: