"Jokowi sesuai hasil survei masih berada pada peringkat teratas. Sedangkan kalau MK juga mengabulkan uji materi dari Yusril Ihza Mahendra maka akan menjadi sangat menarik," kata Direktur Eksekutif The President Center, Didied Mahaswara, beberapa saat lalu (Sabtu, 15/3).
Menurut Didied, bisa saja Golkar berkoalisi dengan partai tengah seperti PPP, PKB, dan PKPI. Di saat yang sama ada koalisi PDIP dengan Nasdem. Sementara di kubu yang lain ada koalisi Partai Demokrat dengan Gerindra dan PAN. Dan bisa juga Hanura, PKS dan PBB mencalonkan capres masing-masing.
"Bila ini terjadi maka akan ada beberapa capres, yaitu Aburizal Bakrie, Prabowo, Jokowi, Wiranto, dan capres PKS," ungkap Didied.
Dikatakan Didied, bila itu yang terjadi maka Pilpres bisa terjadi dalam dua putaran antara Jokowi berhadapan dengan Prabowo. Dan bila dalam adu program visi dan misi Jokowi tidak bisa mempresentasikan dan menguasai kompetensi kepemimpinan maka Prabowo akan jadi pemenang.
"Kelebihan Jokowi adalah hanya dalam kompetensi dasar pribadi, agama, dan spiritual saja, sedangkan sektor lainnya tidak sama sekali," demikian Didied.
[ysa]
BERITA TERKAIT: