KH. Surahman Hidayat Kecam Pemukulan Guru pada Murid di Simalungun

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 28 Februari 2014, 06:33 WIB
KH. Surahman Hidayat Kecam Pemukulan Guru pada Murid di Simalungun
surahman hidayat/net
rmol news logo . Pendidikan dengan cara kekerasan akan mewariskan bentuk kekerasan yang lain pada anak didik. Dan, anak didik yang kerap mendapatkan model pendidikan kekerasan, rentan menghadapi trauma, dendam, bahkan kelak suka melakukan kekerasan pula.

Demikian disampaikan anggota Komisi X dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), KH Surahman Hidayat, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 28/2).

"Secara psikologis, kekerasan yang digunakan dalam mendidik anak, akan menjadi kontra-produktif, karena ada beberapa hal negatif yang timbul, sebagai reaksi dari kekerasan mereka dapatkan," kata Surahmann, yang juga Ketua Badan Kerjasam Antar Parlemen (BKSAP) DPR.

Pernyataan Surahman ini terkait dengan kekerasan terhadap pelajar yang dilakukan oleh guru SD Negeri 098145 Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, Selasa siang (25/2). Kejadian bermula ketika siswa ribut di dalam kelas. Sang guru marah dan memukuli semua murid lelaki yang ada di dalam kelas. Muridnya berjumlah 32 orang.  Akibat dari peristiwa ini, 10 orang anak terluka di bagian kepala dan sebagian lainnya luka ringan di bagian bagian tubuhnya.

"Saya sangat menyesalkan kejadian tersebut, perbuatan seperti itu jelas tidak bisa di benarkan," demikian Surahman, sambil mengajak mengajak semua guru di Indonesia agar melahirkan pendidikan yang ramah dan menyenangkan pada anak. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA