Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, saat ini BPBD Banten dan BPBD Kota Tangerang masih melakukan penanganan darurat. Dan evakuasi dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat.
"Kebutuhan mendesak sandang; selimut, tikar, pakaian dan sarung. Dan kebutuhan pokok; paket makanan anak, manula, sembako dan air bersih," kata Sutopo dalam rilisnya, Minggu (23/2).
Ia menjelaskan, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Jakarta dan Bekasi. Jebolnya tanggul sungai Bekasi menyebabkan perumahan Pondok Gede Permai dan sekitarnya terendam banjir hingga tiga meter. Banjir juga terjadi di hulu Sungai Bengawan Solo.
Sotopo menambahkan, Kepala BNPB Syamsul Maarif, telah memerintahkan tim reaksi cepat BNPB merapat ke daerah-daerah banjir untuk memberikan pendampingan kepada BPBD, untuk mengerahkan logistik dan peralatan yang ada untuk membantu korban banjir.
"BMKG memprediksi hujan masih akan merata dengan intensitas hujan bervariasi. Masyarakat dihimbau waspada," tandasnya.
Wilayah yang terendam banjir adalah, Kota Tangerang; Kec. Karawaci Kel Nambo Jaya/Perum Pondok Arum (150- 175 cm), Kec. Karang Tengah/kel Ciledug/perumahan Ciledug Indah 1 dan 2 serta Komplek Kementrian Dalam Negeri (70-100 cm), Kec. Cibodas /kmp Panunggan Barat (100-150 cm), dan Kec. Periuk/perum Total Persada/1699 KK/7604 jiwa.
Kota Tangerang Selatan; Kayu Gede ( ± 50 cm), Kp Bulak ( ±40 cm), Pondok Maharta (60 cm), Cipayung Mas (±30 cm), dan RW 3 Pesona Serpong (±30 cm).
Dan Kabupaten Tangerang, meliputi; Kec. Paku Haji/desa Tanjung Burung, Kec. Teluk Naga/desa Kohod, Kec. Pasar Kemis/desa Gelam, perum Total Persada, Kec. Curug, Kec. Sepatan/desa Cisere, dan Kec Jayanti/perum Cikande Permai.
[rus]
BERITA TERKAIT: