Dalam pertemuan tersebut, Obama berjanji untuk mendukung penuh perlindungan hak asasi manusia bagi masyarakat Tibet. Keduanya juga berharap agar pembicaraan antara Beijing dan Tibet dapat kembali dilanjutkan.
Pertemuan tersebut sebelumnya telah mendapat kecaman dari China. China meminta Amerika Serikat untuk membatalkan pertemuan. China menyebut bahwa Tibet adalah masalah domestik China, dan Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk ikut campur.
Namun Juru bicara Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat Caitlin Hayden menyebut bahwa pertemuan tersebut dilakukan Obama dalam kapasitasnya sebagai bagian dari komunitas internasional yang menghormati pemimpin keagamaan dan kebudayaan tersebut.
"Kami tidak mendukung kemerdekaan Tibet," tegasnya sambil menambahkan bahwa Amerika Serikat mendukung kuat hak asasi manusia dan kebebasan beragama di China.
Dalai Lama merupakan tokoh spiritual yang memperjuangkan otonomi lebih bagi Tibet, dan bukan kemerdekaan. Ia mengasingkan diri ke India sejak tahun 1959 setelah terjadi kerusuhan di Tibet. Dalai Lama kini mengadvokasi dan mencari jalan tengah sebagai upaya mendapatan otonomi lebih bagi Tibet.
Tibet sendiri merupakan wilayah otonomi di bawah pemerintahan China. Pemerintah China disebut telah melakukan penekanan politik dan membatasi kebebasan beragama di Tibet.
Namun China membantah dan menyebut bahwa pembangunan ekonomi telah berhasil memperbaiki hidup masyarakat Tibet. Demikian seperti dikutip
BBC.
[ysa]
BERITA TERKAIT: