Pemutusan pertemanan di sosial media tersebut terjadi setelah munculnya ketegangan hubungan antara Singapura dan Indonesia. Ketegangan hubungan bilateral kedua negara terutama dipicu oleh protes Singapura atas penamaan KRI Usman-Harun.
Persoalan ini pun mendapat perhatian dari situs yang berisi guyonan,
New Nation. Dalam situs ini, Eric de Yaya, yang disebut sebagai pakar politik dan hubungan internasional, menanggapi sikap Lee Hsien Loong.
Eric de Yaya menyebut bahwa apa yang dilakukan Lee tersebut merupakan pembalasan yang keluar dari proporsi. Namun hal tersebut juga merupakan tanda bahwa kedua belah pihak benar-benar berperkara.
"Ini adalah apa yang terjadi ketika anda menamai kapal angkatan laut dengan nama teroris. Anda akan diputus pertemanannya di sosial media," katanya seperti dilansir
New Nation (Selasa, 11/2).
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: