Ini Penjelasan Rouhani soal Kebijakan Luar Negeri Iran dalam Peringatan 35 Tahun Revolusi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 12 Februari 2014, 11:09 WIB
Ini Penjelasan Rouhani soal Kebijakan Luar Negeri Iran dalam Peringatan 35 Tahun Revolusi
hassan rouhani/net
rmol news logo . Presiden Iran Hassan Rouhani memuji ratusan ribu rakyatnya yang menggelar unjuk rasa di Azadi Square Tehran pada Selasa kemarin (11/2). Unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari peringatan revolusi Islam Iran ke-35 pada 11 Februari atau tanggal 22 kalender Bahman Iran.

Seperti dikutip kantor berita Iran, IRNA, dalam pidatonya, Rouhani menyebut bahwa unjuk rasa merupakan pertanda bahwa rakyat Iran akan selalu berada di samping mendiang pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini. Sehingga tak ada yang mampu mencegah Iran untuk melakukan perubahan.

Rouhani juga menjelaskan tentang kebijakan luar negeri yang diambil oleh pemerintahannya saat ini. Menurutnya, kebijakan pemerintah Iran terhadap hubungan luar negeri saat ini didasarkan pada moderasi. Sehingga Iran tidak tunduk dan tidak juga kompromis dengan negara lain. Namun Iran juga tidak bersikap pasif ataupun konfrontatif dalam menjalin hubungan dengan negara lain.

Pemerintah Iran saat ini, jelas Rouhani, berupaya untuk membangun intraksi konstruktif dan menggunakan kesajajaran martabat, kebijaksanaan, serta sikap saling menghormati dalam menjalin hubungan dengan negara lain. Selain itu, Rouhani juga menekankan bahwa Iran juga menggunakan prinsip kemandirian, realisme, serta bertindak cerdas dalam upaya untuk mempromosikan Iran di dunia.

Selain itu, Rouhani juga menyebut bahwa Iran memberikan penghormatan khusus dalam hubungan yang dijalin dengan negara-negara di kawasan, kususnya negara-negara tetangga.

Dalam kesempatan yang sama, Rouhani juga menjelaskan tentang sikap Iran yang mengambil bagian dalam perundingan nuklir yang digelar November 2013 lalu dengan enam negara kekuatan dunia yakni China, Rusia Inggis, Amerika Serikat, dan Prancis ditambah dengan Jerman yang juga disebut dengan kelompok P5+1. Dalam perundingan tersebut disepakati bahwa Iran setuju untuk menghentikan sejumlah program nuklirnya dalam kurun waktu enam bulan dengan imbalan pencabutan sejumlah sanksi internasional.

Menurut Rouhani, keikutsertaan Iran dalam perundingan tersebut bertujuan untuk mendeklarasikan keinginan baik Iran untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di dunia. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA