Dalam kunjungannya ke percetakan lembar surat suara di Bandung, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiansyah mengaku puas dengan kerja perusahaan percetakan, karena tepat waktu melaksanakan pekerjaan tersebut.
"Dari tiga tempat yang dikunjungi, aktifitas proses percetakan berjalan dengan baik, tentunya ini harus dikawal betul oleh kita, pengawasan proses pencetakan dan distribusinya agar tercapai targetnya," ujar Ferry usai meninjau pencetakan di PT Granesia Bandung, Senin (10/2).
Namun ia mengaku, dalam kunjungan kali ini masih ada kekurangan dalam pencetakan.
"Temuan cacat pencetakan? pasti saja ada. Ini karena baru awal produksi harus diupkir ditempatkan pada kondisi terpisah, harus udah dicacah, tidak akan ada lagi bertebaran dimana-mana lembar surat suara yang tidak sesuai standar," papar Ferry.
Lembar surat suara yang harus dicacah sendiri, yakni yang tidak sesuai spesifikasi standar KPU.
Selain menyoroti masalah lembar surat suara, Ferry memaparkan juga tentang proses pendistribusian lembar surat suara, dari percetakan ke lokasi yang dituju.
"Untuk Sulsel mungkin perlu perhatian karena ada beberapa daerah kepulauan. Kalau Sumbar tidak ada masalah. Tapi yang memang perlu mendapat perhatian serius, yakni kepulauan Selayar," papar Ferry.
Dirinya menyatakan, bahwa proses pendistribusian diatur oleh tim logistik.
"Sengaja kita buat silang untuk perusahaan percetakan, namun untuk distribusi diatur tim logistik. Bahkan yang untuk wilayah Jabar lembar surat suara dicetak di Jatim," pungkas Ferry.
[rus]
BERITA TERKAIT: