Pembelaan Saiful Mujani ke SBY Menghancurkan Citra Lembaga Survei

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 29 Januari 2014, 15:18 WIB
Pembelaan Saiful Mujani ke SBY Menghancurkan Citra Lembaga Survei
rmol news logo Tindakan konsultan politik Saiful Mujani yang pasang badan untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait somasi kepada Rizal Ramli disesalkan. Pembelaan bekas pollster Lembaga Survei Indonesia itu dinilai akan memperburuk citra lembaga survei, dimana belakangan netralitas dan keilmiahaan survei yang dilakukan lembaga riset diragukan publik.

"Pernyataan Saiful Mujani yang pasang badan untuk SBY ini akan lebih menghancurkan citra lembaga survei dan merusak moral intelektual," kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi kepada wartawan di Jakarta (Selasa, 28/1).

Selain itu menurut Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid ini, pernyataan Saiful Mujani juga akan menjadi lonceng kematian bagi moralitas dan intelektualitas dirinya.

Somasi dilayangkan Presiden SBY karena tersinggung dengan pernyataan Rizal Ramli yang menduga jabatan Wapres yang diterima Bodiono sebagai gratifikasi karena sukses membailout Bank Century Rp 6,7 triliun. Somasi dilayangkan melalui tim advokat dan konsultan hukum Presiden SBY dan keluarga.

Menurut Saiful Mujani, penunjukan Boediono sebagai cawapres SBY pada Pemilu 2009 bukan gratifikasi jabatan karena sukses mengucurkan dana talangan ke Bank Century, namun berdasarkan hasil survei yang dilakukannya. Saat itu, Saiful merupakan pollster Lembaga Survei Indonesia.

Menurut Saiful, dirinya diminta SBY mensurvei elektabilitas tiga nama calon cawapres, yakni Boediono, Aburizal Bakrie dan Kuntoro Mangkusubroto. Hasil survei, Boediono mendapat skor di atas rata-rata dibanding dua calon lainnya. Karena itu Saiful mengatakan siap menjadi saksi bila somasi berlanjut.

Pernyataan Saiful ini terasa aneh karena publik tahu pada tahun 2009 SBY membentuk tim seleksi cawapres. Saat itu ada 9 nama yang masuk seleksi, dan tidak ada nama Boediono.

"Saya berharap Saiful Mujani segera insyaf dan menyabut pernyataan yang terkesan pasang badan itu," demikian Adhie.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA