"Saya telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat berkaitan dengan banjir di Jabar, utamanya di Bekasi, Karawang sampai Indramayu," ujar SBY di kantornya, kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/1).
Presiden mengingatkan para menteri dan kepala daerah agar memperhatikan juga nasib para petani di wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir tersebut. Ia menyatakan perlu diberikan solusi secepatnya karena itu menyangkut mata pencaharian masyarakat.
"Kita ke Karawang untuk melihat seberapa jauh genangan air di sawah-sawahnya yang akan berimplikasi juga pada produksi padi kita awal tahun ini," sambung Presiden.
Kepala Negera juga meminta data kerugian akibat bannjir di Karawang harus segera dihitung.
"Harus kita kalkulasikan dampaknya seperti apa," tandasnya.
Puluhan ribu rumah yang tersebar di 108 desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir menyusul meluapnya sejumlah sungai besar di daerah itu.
Dari data sementara Dinas Sosial dan Penangulangan Bencana setempat, banjir telah merendam sejumlah titik ruas jalan raya, 52 masjid, 11 sekolah, 35.092 rumah, serta 8.282 hektare areal persawahan.
Seperti dilansir dari
JPNN, secara umum banjir di Karawang terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai besar yang ada di Karawang, seperti sungai Citarum, Cibeet dan Cilamaya. Sungai-sungai itu tidak mampu menampung tingginya air sungai, sampai akhirnya air itu mengalir ke pemukiman warga, jalan raya, infrastruktur, dan sarana publik.
[rus]
BERITA TERKAIT: