Dengan adanya 90 bus ini, juga akan menambah jam operasi dari pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Hal ini pun disambut antuÂsias oleh para pengguna bus TransÂJakarta.
“Bagus dong, kalau yang pulang kerjanya kemalaman dan ingin aman, terutama wanita, bisa naik TransJakarta,†ucap Desi, pengÂguna setia bus TransJakarta.
Diungkapkannya, selama ini bus reguler yang hanya berÂopeÂrasi dari pukul 05.00 hingga 23.00 memang belum cukup mengÂakomodasi para pekerja, terutama yang punya jam kerja malam. “Sekarang sudah banyak pekerÂjaan yang pakai
shift maÂlam, baik pekerja wanita maupun pria. Jadi kalau busnya beroperasi 24 jam tentunya memudahkan akomodasi orang banyak,†katanya.
Namun Desi mengingatkan, karena bus yang digunakan maÂlam hari ini merupakan bus rekondisi, pemprov harus benar-benar memperhatikan faktor keÂselamatan, kenyamanan serta mesin dari bus tersebut. “Jangan mentang-mentang busnya bekas nanti malah asal. Yang pasti semua kondisi busnya harus dicek, supaya nanti saat dipakai tidak mogok. Kan repot kalau malam-malam mogok atau ada gangguan mesin,†sarannya.
Tak hanya Desi, sebagian besar pengguna bus TransJakarta lainnya juga mengaku senang dengan adanya penambahan jam operasi malam hari bus TransÂJakarta. “Biar malam kalau naik bus TransJakarta lebih aman, daripada naik bus umum atau taksi. Apalagi buat perempuan, suÂka repot kalau naik angkot,†curhat Rina, pengguna bus TransÂJakarta lainnya.
Dedi, seorang karyawan asuÂransi berharap, bus TransJakarta yang dioperasikan malam hari mampu menjadi solusi alternatif padatnya jumlah penumpang setiap hari.
“Kalau sekarang kan pulang kerjanya bersamaan sore hari, banyak pekerja dan karyaÂwan yang buru-buru ngejar jam bus TransJakarta sore hari supaya nggak kemalaman karena khawaÂtir tidak ada bus. Tapi nanti kalau sudah ada bus yang beroperasi maÂlam hari, jadi tidak harus buru-buru lagi
ngejar bus
,†ungÂkapÂnya.
Manager Koordinasi Seksi PeÂngendalian UP (Unit Pengelola) TransJakarta Prasetia Budi meÂngatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan rekondisi mesin-mesin bus yang dialihkan menjadi bus malam tersebut. Jika rekondisi selesai, 90 bus solar TransJakarta akan langsung dioperasikan.
“Yang pasti pada 2014, teÂpatnya kapan tanggal dan bulanÂnya kita belum tahu pastinya. Pengadaan dan pengoperasian bus amari TransJakarta ini meleÂset dari target awal. Karena memang ada kendala teknis,†ungkapnya.
Dikatakan Prasetia, bus maÂlam itu nantinya akan beroperasi setelah jadwal operasi bus reguler selesai, yakni mulai pukul 23.00-05.00. Nantinya bus-bus tersebut akan disebar di terminal-terminal perbatasan.
Misalnya seperti di Terminal PuloÂgaÂdung (Koridor II HarÂmoni-Pulogadung), Kampung RamÂbutan (Koridor VII KamÂpung Melayu-Kampung RamÂbuÂtan), dan Kalideres (Koridor III KaÂlideres-Pasar Baru). Ketiga terÂminal itu, jelasnya, menjadi prioritas karena sebagai pintu gerÂbang masuknya orang-orang dari luar Jakarta. Sehingga diperkiÂraÂkan jumlah penumpang cukup banyak di titik-titik tersebut.
“Namun karena masih terbaÂtasÂnya unit amari, akan membuat waktu tunggu lebih lama dibanÂding Transjakarta reguÂler. Bila jarak tunggu Transjakarta di siang hari hanya 5 menit, waktu tunggu Transjakarta malam setiap 30 menit. Sehingga penumpang nanti akan lebih lama menunggu, harap maklum,†ujarnya.
Untuk menambah daya angkut TransJakarta, rencananya di akhir Desember ini akan ada sebanyak 310 unit bus gandeng dan bus sedang sebanyak 346 unit yang akan dioperasikan.
Diperlukan Petugas Pengamanan KhususAdanya penambahan jam operasi malam hari (amari) pada bus solar TransJakarta, diharapÂkan juga semakin menambah jumÂlah penumpang yang diangÂkut oleh bus TransJakarta. MeÂnganÂtisipasi hal tersebut, GuÂbernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat ini pun memperluas sejumlah shelter bus TransJakarta pada 2014.
Perluasan itu, sambung JokoÂwi, guna mencegah penumÂpuÂkan penumpang seiring datangnya raÂtusan bus TransJakarta baru yang akan beroperasi pada akhir Desember ini. “Pasti jam operasi ditambah. Bus ditambah, jumlah penumpang pun semakin banyak, makanya kita perluas
shelter. Pembangunannya juga sudah kita mulai sejak bulan ini. Tahun depan dilanjutkan kemÂbali,†tutur Jokowi.
Bekas Walikota Solo ini memÂpreÂdiksi, penambahan ratusan bus TransJakarta dan penamÂbaÂhan bus yang masuk busway menyedot penumpang jauh lebih banyak.
Karena situasi tersebut, tak mungkin Pemprov DKI Jakarta tak melaÂkukan peromÂbakan infrastruktur.
“Perluasan
shelter demi memÂberikan kenyamanan pada peÂnumpang. Program tersebut telah dimasukkan dalam kebijaÂkan poÂkok Rencana Anggaran PendaÂpatan dan Belanja Daerah DKI 2014 yang hingga kini maÂsih dibaÂhas di DPRD JaÂkarta,†ucapnya.
Terkait penambahan jam operaÂsi bus TransJakarta pada malam hari, untuk aspek keÂamanan, Jokowi menyebut akan ada petugas yang mendampingi selama perjalanan. “Bisa Satpol PP atau petugas keamanan dari TransJakarta,†ujarnya.
Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuturkan, untuk mencegah penumpukan penumÂpang, pihaknya akan membeli bus baru sebanyak mungkin. NaÂmun ada kendala di tender, sebab tidak ada Agen Tunggal PemeÂgang Merek (ATPM) yang meÂnyeÂdiakan bus TransJakarta dalam bentuk e-katalog.
“Makanya kita dorong, Astra Grup sudah bersedia, Kino juga sudah mulai bikin, kita mau daftarkan ke e-katalog, kita langsung beli,†terangnya.
Dengan sistem itu, lanjut Ahok —sapaan akrab Basuki, ke depan akan mempermudah saat memÂbeli TransJakarta. Selain itu, akan memasukkan perawatan berkala ke dalam e-katalog. “Jadi enggak perlu tender-tender lagi, tinggal bayar. Jadi kalau nggak ada ATPM, kita nggak mau lagi ada impor-impor,†tegasnya.
Pelayanan bus Transjakarta malam hari sebelumnya sudah berjalan di koridor IX (Pinang Ranti-Pluit). Persentase penumÂpang terbesar pada bus TransjaÂkarta malam hari ini didominasi penumpang menuju Cililitan.
Layanan bus Transjakarta maÂlam hari koridor IX berhenti di tujuh halte dari 14 halte yang terÂseÂdia di koridor IX ini, di antaÂranya Penjaringan, Grogol, ToÂmang Central Park, Slipi, PetamÂburan, Semanggi, Pancoran Tugu, dan Cawang UKI. ***