Januari 2014, Transjakarta Beroperasi Dalam 24 Jam

Unitnya Terbatas, Waktu Tunggu Masih Per 30 Menit

Senin, 23 Desember 2013, 08:55 WIB
Januari 2014, Transjakarta Beroperasi Dalam 24 Jam
Transjakarta
rmol news logo Tak hanya menambah armada bus TransJakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan mengoperasikan sekitar 90 bus bekas TransJakarta yang dialihkan menjadi angkutan malam hari (amari) pada 2014.

Dengan adanya 90 bus ini, juga akan menambah jam operasi dari pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Hal ini pun disambut antu­sias oleh para pengguna bus Trans­Jakarta.

“Bagus dong, kalau yang pulang kerjanya kemalaman dan ingin aman, terutama wanita, bisa naik TransJakarta,” ucap Desi, peng­guna setia bus TransJakarta.

Diungkapkannya, selama ini bus reguler yang hanya ber­ope­rasi dari pukul 05.00 hingga 23.00 memang belum cukup meng­akomodasi para pekerja, terutama yang punya jam kerja malam. “Sekarang sudah banyak peker­jaan yang pakai shift ma­lam, baik pekerja wanita maupun pria. Jadi kalau busnya beroperasi 24 jam tentunya memudahkan akomodasi orang banyak,” katanya.

Namun Desi mengingatkan, karena bus yang digunakan ma­lam hari ini merupakan bus rekondisi, pemprov harus benar-benar memperhatikan faktor ke­selamatan, kenyamanan serta mesin dari bus tersebut. “Jangan mentang-mentang busnya bekas nanti malah asal. Yang pasti semua kondisi busnya harus dicek, supaya nanti saat dipakai tidak mogok. Kan repot kalau malam-malam mogok atau ada gangguan mesin,” sarannya.

Tak hanya Desi, sebagian besar pengguna bus TransJakarta lainnya juga mengaku senang dengan adanya penambahan jam operasi malam hari bus Trans­Jakarta. “Biar malam kalau naik bus TransJakarta lebih aman, daripada naik bus umum atau taksi. Apalagi buat perempuan, su­ka repot kalau naik angkot,” curhat Rina, pengguna bus Trans­Jakarta lainnya.

Dedi, seorang karyawan asu­ransi berharap, bus TransJakarta yang dioperasikan malam hari mampu menjadi solusi alternatif padatnya jumlah penumpang setiap hari.

“Kalau sekarang kan pulang kerjanya bersamaan sore hari, banyak pekerja dan karya­wan yang buru-buru ngejar jam bus TransJakarta sore hari supaya nggak kemalaman karena khawa­tir tidak ada bus. Tapi nanti kalau sudah ada bus yang beroperasi ma­lam hari, jadi tidak harus buru-buru lagi ngejar bus,” ung­kap­nya.

Manager Koordinasi Seksi Pe­ngendalian UP (Unit Pengelola) TransJakarta Prasetia Budi me­ngatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan rekondisi mesin-mesin bus yang dialihkan menjadi bus malam tersebut. Jika rekondisi selesai, 90 bus solar TransJakarta akan langsung dioperasikan.

 â€œYang pasti pada 2014, te­patnya kapan tanggal dan bulan­nya kita belum tahu pastinya. Pengadaan dan pengoperasian bus amari TransJakarta ini mele­set dari target awal. Karena memang ada kendala teknis,” ungkapnya.

 Dikatakan Prasetia, bus ma­lam itu nantinya akan beroperasi setelah jadwal operasi bus reguler selesai, yakni mulai pukul 23.00-05.00. Nantinya bus-bus tersebut akan disebar di terminal-terminal perbatasan.

Misalnya seperti di Terminal Pulo­ga­dung (Koridor II Har­moni-Pulogadung), Kampung Ram­butan (Koridor VII Kam­pung Melayu-Kampung Ram­bu­tan), dan Kalideres (Koridor III Ka­lideres-Pasar Baru). Ketiga ter­minal itu, jelasnya, menjadi prioritas karena sebagai pintu ger­bang masuknya orang-orang dari luar Jakarta. Sehingga diperki­ra­kan jumlah penumpang cukup banyak di titik-titik tersebut.

“Namun karena masih terba­tas­nya unit amari, akan membuat waktu tunggu lebih lama diban­ding Transjakarta regu­ler. Bila jarak tunggu Transjakarta di siang hari hanya 5 menit, waktu tunggu Transjakarta malam setiap 30 menit. Sehingga penumpang nanti akan lebih lama menunggu, harap maklum,” ujarnya.

Untuk menambah daya angkut TransJakarta, rencananya di akhir Desember ini akan ada sebanyak 310 unit bus gandeng dan bus sedang sebanyak 346 unit yang akan dioperasikan.

Diperlukan Petugas Pengamanan Khusus

Adanya penambahan jam operasi malam hari (amari) pada bus solar TransJakarta, diharap­kan juga semakin menambah jum­lah penumpang yang diang­kut oleh bus TransJakarta. Me­ngan­tisipasi hal tersebut, Gu­bernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat ini pun memperluas sejumlah shelter bus TransJakarta pada 2014.

Perluasan itu, sambung Joko­wi, guna mencegah penum­pu­kan penumpang seiring datangnya ra­tusan bus TransJakarta baru yang akan beroperasi pada akhir Desember ini. “Pasti jam operasi ditambah. Bus ditambah, jumlah penumpang pun semakin banyak, makanya kita perluas shelter. Pembangunannya juga sudah kita mulai sejak bulan ini. Tahun depan dilanjutkan kem­bali,” tutur Jokowi.

Bekas Walikota Solo ini mem­pre­diksi, penambahan ratusan bus TransJakarta dan penam­ba­han bus yang masuk busway menyedot penumpang jauh lebih banyak.

Karena situasi tersebut, tak mungkin Pemprov DKI Jakarta tak mela­kukan perom­bakan infrastruktur.

“Perluasan shelter demi mem­berikan kenyamanan pada pe­numpang. Program tersebut telah dimasukkan dalam kebija­kan po­kok Rencana Anggaran Penda­patan dan Belanja Daerah DKI 2014 yang hingga kini ma­sih diba­has di DPRD Ja­karta,” ucapnya.

Terkait penambahan jam opera­si bus TransJakarta pada malam hari, untuk aspek ke­amanan, Jokowi menyebut akan ada petugas yang mendampingi selama perjalanan. “Bisa Satpol PP atau petugas keamanan dari TransJakarta,” ujarnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menuturkan, untuk mencegah penumpukan penum­pang, pihaknya akan membeli bus baru sebanyak mungkin. Na­mun ada kendala di tender, sebab tidak ada Agen Tunggal Peme­gang Merek (ATPM) yang me­nye­diakan bus TransJakarta dalam bentuk e-katalog.

“Makanya kita dorong, Astra Grup sudah bersedia, Kino juga sudah mulai bikin, kita mau daftarkan ke e-katalog, kita langsung beli,” terangnya.

Dengan sistem itu, lanjut Ahok —sapaan akrab Basuki, ke depan akan mempermudah saat mem­beli TransJakarta. Selain itu, akan memasukkan perawatan berkala ke dalam e-katalog. “Jadi enggak perlu tender-tender lagi, tinggal bayar. Jadi kalau nggak ada ATPM, kita nggak mau lagi ada impor-impor,” tegasnya.

Pelayanan bus Transjakarta malam hari sebelumnya sudah berjalan di koridor IX (Pinang Ranti-Pluit). Persentase penum­pang terbesar pada bus Transja­karta malam hari ini didominasi penumpang menuju Cililitan.

Layanan bus Transjakarta ma­lam hari koridor IX berhenti di tujuh halte dari 14 halte yang ter­se­dia di koridor IX ini, di anta­ranya Penjaringan, Grogol, To­mang Central Park, Slipi, Petam­buran, Semanggi, Pancoran Tugu, dan Cawang UKI.   ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA