Dikutip dari
Associated Press (Sabtu, 19/10), Menteri Pertahanan Jerman, Thomas de Maiziere, mengatakan bahwa penutupan sementara itu dilakukan karena ada indikasi rencana serangan. Dan langkah ini merupakan tindakan pencegahan yang harus segera diambil.
Sementara itu, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Martin Schaefer, belum bisa memastikan kapan kantor tersebut dibuka kembali.
Jerman adalah salah satu kontributor terbesar pasukan keamanan internasional di Afghanistan.
Menurut catatan, pada tahun ini, Jerman memiliki setidaknya 3.860 prajurit, dan sebagian besar ditempatkan di bagian utara negara itu.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.