Terbukti 2.000 Persen SBY Bohong!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 16 Oktober 2013, 08:19 WIB
Terbukti 2.000 Persen SBY Bohong<i>!</i>
presiden sby/net
rmol news logo . Semakin hari semakin terbukti SBY seorang pemimpin yang plin-plan. SBY juga semakin terbukti bukan pemimpin yang bertanggungjawab dengan apa yang telah ia katakan sendiri.

Demikian disampaikan Ketua Umum Liga Mahasisa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra Saputra, beberapa saat lalu (Rabu, 16/10).  Pernyataan Leman ini terkait dengan sosok Bunda Putri.

Pada Kamis siang pekan lalu (10/10), mantan Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq mengakui dalam sidang Pengadilan Tipikor bahwa Bunda Putri, sosok yang menentukan dalam kuota impor daging sapi, sangat dekat dengan SBY. Kamis malam harinya, SBY langsung bereaksi dan menegaskan bahwa pernyataan Luthfi itu 1000 persen bohong. SBY pun berjanji akan mengungkap kepada publik, dalam satu atau dua hari berikutnya, siapa Bunda Putri yang dimaksud.

Namun belakangan, ternyata Jurubicara SBY, Julian Aldrin Pasha, menegaskan bahwa SBY tidak akan akan mengungkap identitas Bunda Putri ke publik. Informasi tentang Bunda Putri yang coba dikumpulkan SBY, hanya ditujukan sebagai konsumsi internal pihak Istana.

"Padahal apa susah nya mengungkap identitas seorang bunda putri karena foto, alamat dan sosoknya sudah hadir diberbagai media sejak pertama kali namanya muncul di Pengadilan Tipikor. Lalu dengan sikap plin-plan itu, ada apa sebenarnya SBY dengan Bunda Putri?" tanya Lamen, yang akhirnya juga mengatakan bahwa wajar bila publik menduga lingkaran Istana di bawah kepemimpinan SBY banyak terlibat dalam beberapa kasus korupsi.

"Dan kami, sebagai pemuda Indonesia, sangatlah malu dan kecewa memiliki pemimpin yang selalu membohongi rakyatnya sendiri. SBY terbukti 2.000 persen bohong, karena tak mengungkap identitas Bunda Putri ke publik" demikian Lamen. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA