"Sama seperti alkohol dan tembakau, gula juga termasuk obat," ujar Paul van der Velpen seperti yang dikutip
Redorbit.com (Senin, 14/10).
Van der Velpen mengatakan bahwa ini mungkin terkesan berlebihan. Kendati demikian, ia percaya bahwa bahwa terkait konsumsi gula sendiri juga perlu diberikan label peringatan bagi kesehatan sama seperti label pada rokok dan alkohol.
"Hal ini mungkin tampak berlebihan dan mengada-ada, tapi gula adalah obat yang paling berbahaya saat ini. Pengguna harus sadar akan hal ini," tambahnya.
Peringatan ini diberikan berdasarkan hasil penelitian yang didapat dari US Centers for Disease Control and Prevention, yang menunjukkan bahwa orang Amerika setiap harinya mengkonsumsi 335 kalori dalam gula tambahan atau 13 persen dari kalori harian yang direkomendasikan.
"Gula dapat mengganggu nafsu makan. Gula mendesak kita agar selalu makan dan makan. Gula dapat membuat kita kecanduan, dan sulit untuk istirahat seperti kebiasaan dalam mengkonsumsi rokok, " jelas Van der Velpen.
Berdasarkan penelitian dan peringatan ini, ia berharap pemerintah dapat memberikan pajak pada gula, seperti pada rokok. Kemudian juga menetapkan batasan jumlah gula yang dapat ditambahkan dalam makanan dan minuman.
[ysa]
BERITA TERKAIT: