Partai yang Mengaku Reformis Harus Tolak Sutarman Jadi Kapolri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 11 Oktober 2013, 09:21 WIB
Partai yang Mengaku Reformis Harus Tolak Sutarman Jadi Kapolri
sutarman/net
rmol news logo . Partai-partai yang mengaku reformis dan berkomitmen pada pemberantasan korupsi harus mempertimbangkan Sutarman menjadi Kapolri.

"Bila perlu menolak dan mengembalikan pencalonan Sutarman ke Presiden SBY. Apalagi calon yang diberikan SBY ke DPR hanya satu, sehingga Komisi III tidak punya alternatif pilihan," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, beberapa saat lalu (Jumat, 11/10).

Neta mengingatkan, Sutarman pernah pasang badan dalam kasus korupsi simulator surat izin mengemudi (SIM) yang melibatkan Irjen Djoko Susilo. Tarik menarik penyidik di KPK pasca kasus korupsi simulator pun mencuat saat Sutarman menjabat Kabareskrim.

Saat itu pula, lanjut Neta, terjadi kriminalisasi terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Para pimpinan KPK pun ramai-ramai pasang badan untuk Novel.

Dengan catatan seperti itu, neta khawatir bila Sutarman terpilih menjadi Kapolri menggantikan Timur Pradopo maka hubungan Polri dan KPK akan memburuk. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA