Jokowi Tak Perlu Iklan untuk Tingkatkan Elektabilitas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 07 Oktober 2013, 07:22 WIB
Jokowi Tak Perlu Iklan untuk Tingkatkan Elektabilitas
jokowi/rmol
rmol news logo . Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, tidak perlu iklan untuk meningkatkan elektabilitasnya, sebagaimana sebagian bakal calon presiden yang lain.

Selama ini, kebijakan Jokowi seperti menata pasar Tanah Abang, merelokasi warga di Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio serta kebijakan terkait pedagang kaki lima, cukup bisa menjadi magnet elektoral sebab selalu diberitakan secara massif.

"Hampir semua media memasang Jokowi dalam frekuensi yang sangat tinggi. Baik sisi aktivitas personalnya maupun tema kebijakannya sebagai Gubernur," kata pengamat politik dari Pol-Tracking Institute, Arya Budi, saat dihubungi Minggu kemarin (6/10).

Menurut Arya Budi, riset media monitoring Pol-Tracking pada sepanjang September 2013 terhadap lima televisi, lima koran nasional, dan lima media online menunjukkan publisitas Jokowi tiga kali lipat lebih tinggi dibanding tokoh-tokoh lain. Hal itu tidak terlepas dari kinerja Jokow, yang bahkan terlihat jelas sari pemberitaan perihal Jokowi ini semua berita bernada positif dan netral, dan hanya kurang dari 1 persen yang bersifat negatif.

Arya pun menilai, saat ini, publik lebih tertarik pada figur, daripada latarbelakang partai politiknya. Karena itu tidak heran bila belakangan muncul para relawan Jokowi di berbagai daerah, yang posisi mereka bukan berasal dari PDI Perjuangan. Mereka, dalam pemilu sebelumnya bisa dikategorikan sebagai publik yang apatis pada proses pemilu.

Rumus dalam partisipasi pemilu, lanjut dua, bila ada promising candidate yang memberi harapan maka partisipasi pemilu akan meningkat. Dan saat ini, Jokowi dinilai memberi harapan itu.

"Karena Jokowi adala figur yang kurang pandai dengan retorika atau berpidato. Bahasa politik Jokowi tidak terletak pada kata, tapi pilihan sikap, aktivitas, dan kerja gagasannya sebagai Gubernur DKI," demikian arya Budi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA