"Jika kinerjanya baik, media akan tertarik untuk memberitakannya dan efek nyatanya adalah meningkatnya popularitas serta elektabilitasnya," kata pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas), M Alfan Alfian, saat dihubungi Minggu kemarin (Minggu, 6/8).
Salah satu tokoh yang saat ini menduduki jabatam publik adalah Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Alfan pun berpandangan, apa yang dilakukan Jokowi saat ini membuat dia menjadi bahan pemberitaan yang menarik.
"Sehingga cara-cara konvensional untuk melejitkan popularitas, seperti pasang iklan-iklan layanan tak diperlukan lagi," ungkapnya.
Masih kata Alfan, tokoh yang memungkinkan bisa terdongkrak popularitas dan elektabilitasnya sebenarnya masih banyak. Apalagi sebenarnya banyak juga tokoh-tokoh lokal atau daerah yang berprestasi. Namun, saat ini memang belum banyak seperti halnya Jokowi.
"Liputan media perlu diperbanyak agar tokoh-tokoh berkinerja baik dikenal luas," ujarnya.
Sebelumnya, popularitas dan elektbailitas Jokowi mendapatkan sorotan negatif dari Amien Rais dan Prabowo Subianto. Menurut mereka, untuk menjadi pemimpin tidak cukup hanya bermodalkan popularitas.
[ysa]
BERITA TERKAIT: