Pada babak Semi Final yang digelar di hari yang sama Rabu (2/10) di lapangan Bulutangkis Asia Afrika Senayan Jakarta, tim yang digawangi pemain kawakan Sumardjo dan kawan-kawan ini mengkandaskan Pikiran Rakyat Bandung dengan skor 2-0.
TVRI dipastikan menjadi juara tanpa harus mengeluarkan keringat setelah
Trans TV yang merupakan juara bertahan menolak melanjutkan pertandingan. Dalam daftar pemain yang dikirimkan ke panitia pelaksana,
Trans TV menggunakan seorang pemain baru yang tidak terdaftar dalam daftar nama pemain yang telah diverifikasi dan panitia dengan tegas menolak nama yang baru dimasukan tersebut karena sesuai dengan peraturan pertandingan hanya 6 nama yg terdaftar boleh bermain.
"Padahal tujuan utama kejuaraan ini adalah untuk lebih menjalin tali silaturahmi dan bukan semata-mata untuk menjadi juara," ujar Broto Happy Panitia Pelaksana.
Ketua SIWO PWI Jaya, Hari Bukhari sangat menyesalkan aksi WO yang dilakukan tim
Trans TV tersebut. Menurutnya, aksi itu mencederai sportivitas dan semangat turnamen.
"Kami sangat menyayangkan partai final yang seharusnya menampilkan aksi pemain-pemain terbaik dari masing-masing media harus diwarnai dengan adanya aksi WO," ujar Hari.
Hari Bukhari yang juga penggiat Bulutangkis ini menambahkan, ingin menyaksikan partai final yang menarik, meski tanpa pemain baru Sena Tria yang dipaksakan oleh
Trans TV."Pertandingan juga akan berlangsung ketat, karena kekuatan keduanya
TVRI dan
Trans TV berimbang," katanya.
Sebagai juara
TVRI Jakarta berhak mewakili Zona Indonesia Barat untuk bertanding di Babak Grand Final yang digelar di GOR Bulutangkis Djarum, Pati-Kudus Jawa Tengah, pada 17-19 Oktober mendatang.
Pendatang baru
NET TV yang mengalahkan Pikiran Rakyat 2-1 berhak sebagai juara kedua, dan berpeluang menjadi Runner Up terbaik Wilayah untuk menemani
TVRI Jakarta menuju babak Kudus Jawa Tengah untuk memperebutkan total hadiah Rp 55 Juta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: