Demikian analisa pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Maswadi Rauf. Masawadi pun menilai Akbar menemukan momentum untuk terus mempersoalkan Aburizal karena Ketua Umum Golkar itu juga memiliki persoalan di mata publik. Persoalan itu adalah lumpur Lapindo yang hingga kini belum tuntas.
"Makanya satu-satunya jalan bagi Aburizal adalah menuntaskan persoalan lumpur Lapindo itu. Memang berdasarkan pengakuan dari keluarga Bakrie, tinggal beberapa saja yang belum dibayar. Tapi ingat, satu orang pun yang masih tersisa dan belum dibayar, akan terus jadi persoalan," kata Maswadi kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (17/9).
Bila Aburizal berhasil menuntaskan persoalan ini, lanjut Maswadi, maka posisinya akan bersih di mata publik. Selain hal ini akan juga meningkatkan elektabilitas, juga di saat yang sama menutup celah yang selama ini secara tidak langsung digunakan Akbar untuk bermanuver dan memukulnya.
"Bila lumpur Lapindo beres, Akbar tidak punya alasan laagi untuk terus berwacana, dan pencapresan Aburizal akan mulus," demikian Maswadi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: