"Dalam aturan itu, meski tidak ada kata integritas, tapi berisi juga bahwa memang seorang presiden itu harus berintegritas, jujur, bermoral, dan lain-lain," kata politisi senior dan juga tokoh nasionalis Sabam Sirait kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 18/9).
Pernyataan Sabam ini terkait dengan wacana yang digulirkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Adnan Pandu Praja. Adnan mengusulkan agar KPU menggelar tes integritas untuk capres 2014.
Soal integritas dan kejujuran, politisi PDI Perjuangan ini mencontohkan Jokowi dan Basuki. Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memiliki tingkat kejujuran yang layak dipuji. Dan bahkan, bila setengah saja gubernur dan wakil gubernur yang ada Indonesia seperti Jokowi dan Ahok yang jujur, maka Indonesia akan mampu mengungguli Malaysia dan Thailand.
"Ke depan, bila semua gubernur atau calon presiden itu banyak yang jujur, maka calon presiden yang tidak jujur akan mundur dengan sendirinya. Mereka akan mundur karena malu," demikian Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: