"PPI memang ormas yang diperuntukan buat rakyat kebanyakan, termasuk tukang becak. Tukang becak adalah bagian dari rakyat kebanyakan yang harus dibela. PPI sangat tegas keberpihakannya pada rakyat jelata. Tergambar dari penggalan Mars PPI: bergerak bersama rakyat jelata," tegas Jurubicara PPI Ma'mun Murod Al-Barbasy kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 16/9).
Ma'mun Murod mengungkapkan hal tersebut menanggapi pernyataan Ketua Harian DPP Partai Demokrat Sjariefuddin Hasan terkait pendeklarasian ormas di rumah Anas tersebut. Kemarin malam, Sjarief mengatakan, setiap orang dapat membuat organisasi. "Siapapun bisa buat ormas, tukang becak pun bisa. Kan sudah diatur dalam undang-undang," kata ujar Sjarief.
Ma'mun Murod melanjutkan, warga memang suka naik becak dan berteman dengan tukang becak. "Naik becak tentu beda dengan kuda-kudaan. Nah, Sjarief Hasan sepertinya lebih suka kuda-kudaan," sebut mantan aktivis Pemuda Muhammadiyah ini tanpa menjelaskan lebih rinci.
Meski begitu, Ma'mun Murod menilai Sjarief yang juga Menkop UKM itu merupakan tokoh masa depan.
"Memang, kalau bicara tentang masa depan, yang cocok itu figur Sjarief Hasan. Dia itu kan tokoh masa depan. Bahkan paling layak jadi capres PD. Mestinya Komite Konvensi memasukannya sebagai salah satu peserta konvensi," demikian mantan Sekretaris DPP Partai Demokrat Bidang Agama ini dengan senyum sinis.
[zul]
BERITA TERKAIT: