Sejalan dengan itu, dukung-mendukung pun sudah mulai kentara di internal Partai Demokrat. Ruhut Sitompul dan Saan Mustopa misalnya mendukung Pramono Edhie Wibowo.
Sementara itu, Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, menjawab diplomatis saat ditanya kepada siapa dukungan akan ia berikan.
"Yang bisa saya katakan adalah dari pidato selamam itu, saya suka tiga calon. Karena mereka mampu menyampaikan visi-misi dengan bagus, retorika politiknya juga bagus. Ketiga orang itu adalah Anies Baswedan, Gita Wirjawan, dan Dahlan Iskan. Saya anggap orasi politiknya memukau, idenya cukup kuat," jelas Ulil kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 16/9).
Meski begitu, diakui Ulil sebelas peserta konvensi memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya, Pramono Edhie, yang menurutnya, tampil di luar dugaan. Pidatonya jelas dan idenya cukup kuat.
"Kata beliau sendiri, saya hidup di dunia militer. Sekarang bergaul di dunia politik yang karakternya berbeda (dengan militer). Militer itu karekternya tegas,
to the point. Dunia politik kadang-kadang abu-abu. Tapi tadi malam Pak Pramono Edhie cukup bagus," jelasnya.
Begitu juga Ali Masykur Musa. Sebagai peserta pertama yang menyampaikan visi misi, kader NU itu juga berorasi cukup bagus.
"Tapi di antara sebelas itu, yang saya terkesan ketiga tokoh itu. Saya berharap dalam kampanye ke daerah, mereka semakin mempertajam komunikasi politiknya. Dengan begitu mereka tampil sebagai tokoh politik yang mewakili Demokrat dengan visi yang mudah ditangkap rakyat. Itu yang kita butuhkan," demikian Ulil.
11 peserta Konvensi itu adalah Pramono Edhie Wibowo, Hayono Isman, Marzuki Alie, dan Sinyo Harry Sarundajang, Ali Masykur Musa, Anies Baswedan, Dahlan Iskan, Endriartono Sutarto, Gita Wirjawan, Dino Patti Djalal, dan Irman Gusman.
[zul]
BERITA TERKAIT: