"Karena modal asal tampil beda maka mereka cuma bisa merecoki saja, dan justru merusak soliditas Golkar," kata Ketua DPP Partai Golkar bidang Informasi dan Penggalangan Opini, Fuad Hasan Masyhur, kepada
Rakyat Merdeka Online, Kamis kemarin (12/9).
Fuad pun yakin, segelintir orang yang kembali mau mengevaluasi pencapresan ARB dengan atas nama Golkar hanyalah basa-basi belaka. Bila memang mereka mencintai Golkar, sudah seharusnya membangun soliditas dan bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas partai, dan bukan malah merusak konsolidasi dari dalam.
"Boleh berpandangan, tapi jangan merusak apa yang sudah dikerjakan kader," tegas Fuad, sambil mengatakan bahwa tingkat elektabilitas Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie, sebagaimana dilihat dari berbagai lembaga survei, sudah berhasil mengungguli partai-partai lain dan bahkan melampaui tingkat perolehan Golkar di 2004 dan 2009.
"Kalau mereka mencintai Golkar, ya kerja kerja keras, berikan kontribusi pada Golkar, jangan bicara seoalah-olah demi kepentingan Golkar padahal demi kepentingan sesaat, lalu menggerogoti dari dalam," tegas Fuad, sambil juga mengatakan bahwa selama ini pengurus DPP Golkar selalu terbuka dan mendengar semua keluhan kader.
Selama ini, ungkap Fuad, hampir semua pernyataan Aburizal Bakrie adalah terkait dengan kepentingan bangsa dan negara. Aburizal Bakrie misalnya menawarkan konsep negara kesejahteraan untuk membangun Indonesia yang maju dan diperhitungkan dunia pada tahun 2045 mendatang.
"Pikiran-pikiran ARB itu besar, dan itu demi bangsa. Pak ARB pun selalu mengajarkan kepada kader bahwa kepentingan nasional, kepentingan merah-putih lebih utama. Bukan seperti yang disampaikan segelintir orang, yang hanya bicara kepentingannya sendiri," tegas Fuad.
[ysa]
BERITA TERKAIT: