Wakil Sekjen Golkar Lalu Mara Satria Wangsa adalah di antara yang mencium upaya itu. Lalu Mara misalnya mencium jelas dari pemberitaan yang menyebutkan ada anggota Dewan Pertimbangan Golkar, Mesir Suryadi, yang meminta agar Golkar mengevaluasi pencapresan ARB, biasa Aburizal disapa.
Kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 12/9), Lalu Mara menegaskan bahwa Mesir Suryadi sama sekali tak duduk di posisi Wantim Golkar, yang dipimpin Akbar Tanjung. Bahkan nama Mesir pun tidak ada di kepengurusan DPD Golkar. Di Nusa Tenggara Barat, dalam Pemilu 2009, Mesir juga gagal menjadi anggota legislatif.
"Aneh, Mesir yang tak duduk di Dewan Pembina, termasuk di DPD Golkar NTB, dijadikan narasumber. Sebagai mantan wartawan saya bisa menebak dan menganalisa. Apalagi Mesir Suryadi adalah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) NTB. Arahnya jelas kemana," kata Lalu Mara, sambil memperkuat analisanya dengan menyebutkan pernyataan Mesir pun ditopang oleh pernyataan Iskandar Manji.
Soal evaluasi capres, Lalu Mara menegaskan bahwa itu sudah final, dan Golkar akan tetap mengusung ARB. Bila pun survei dijadikan alasan dan dasar untuk mewacanakan kembali pencapresan, maka itu pun sangat tidak relevan. Sebab saat ini tingkat elektabilitas ARB berada di nomor dua, di bawah Prabowo. Bahkan berdasarkan survei juga, posisi ARB di atas Megawati dan Jusuf Kalla.
Lalu Mara kembali menegaskan bahwa Pilpres masih sembilan bulan lagi. Dan saat ini Golkar sedang fokus pada pileg, dan semua kader bekerja untuk memenangkan pileg sambil terus mensosialisasikan ARB sebagai capres dari Golkar.
"Insya Allah tujuan kami tercapai," kata Lalu Mara.
"Bagi yang ngebet jadi capres, ya silakan. Tapi sesuai UU Pilpres kan harus diusung parpol yang mencapai 20 persen. Kalau tidak diusung parpol, ya mana bisa," sindir Lalu Mara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: