"Kasus penembakan di depan KPK menjadi puncak keresahan warga Jakarta setelah sebelumnya adanya empat kasus penembakan dan dua kasus pengeroyokan terhadap polisi di ibukota sejak dua bulan terakhir," kata Ketua Presdium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, beberapa saat lalu (Kamis, 12/9).
Neta menilai, aksi penembakan terhadap polisi yang semula di wilayah pinggiran dan kini mulai bergeser ke pusat ibukota menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi banyak pihak. Jika aksi penembakan ini tidak segera diungkap dan kemudian terbiarkan bukan mustahil aksi teror penembak misterius ini akan makin melebar dan muncul di berbagai pihak. Dan jika tren penembakan misterius ini kian melebar, bukan mustahil sasarannya pun kian melebar pula.
"Artinya, tidak hanya polisi jajaran bawah yang jadi sasaran. Bukan mustahil para pelaku penembak misterius meningkatkan sasarannya untuk uji nyali, di antaranya menembak perwira atau pejabat Polri atau bahkan menembak para politisi atau pejabat pemerintah dan pejabat negara sebagai sasaran atau korban," ungkap Neta.
Jika para pejabat Polri, para politisi dan pejabat pemerintah menjadi sasaran penembak misterius, Neta yakin, ibukota Jakarta pun seakan berubah menjadi wilayah yang tidak bertuan, dan kecaman-kecaman kepada polri akan kian meningkat. Untuk itu kasus penembakan mistrius ini tidak boleh terbiarkan terlalu lama dan harus segera diungkap agar mata rantai penembakan tersebut bisa diputus dan dihentikan, sehingga warga ibukota tidak terus menerus dikecam rasa takut.
"Kapolri harus segera memotivasi jajaran Polda Metro Jaya agar mampu mengungkap kasus tersebut dan Polri tetap dipercaya publik dalam menjaga keamanan ibukota," demikian Neta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: