Ketua DPP Golkar: Dedengkot yang Mau Mengevaluasi Pencapresan ARB Tak Tahu Aturan!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 12 September 2013, 10:49 WIB
Ketua DPP Golkar: Dedengkot yang Mau Mengevaluasi Pencapresan ARB Tak Tahu Aturan<i>!</i>
aburizal bakrie/net
rmol news logo . Pimpinan Pusat DPP Golkar merasa heran dengan segilintir orang di Golkar yang merasa sudah senior tapi sama sekali tidak menunjukkan teladan dalam berorganisasi. Misalnya dengan selalu mengatakan bahwa pencapresan Aburizal Bakrie harus dievaluasi.

"Mereka merasa sudah menjadi dedengkot di partai, tapi sikapnya tidak sesuai dengan aturan yang ada di partai," kata Ketua DPP Partai Golkar bidang Informasi dan Penggalangan Opini, Fuad Hasan Masyhur, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 12/9).

Soal pencapresan Aburizal Bakrie, ungkap Fuad, hal itu sudah diputuskan dalam Rapimnas dan sudah sesuai dengan aturan partai. Bahkan, bila mau jujur dan terbuka, Aburizal Bakri, dalam Rapimnas 2010, ketika didesak untuk maju dalam pilpres, Aburizal malah menolak. Aburizal malah meminta kader Golkar untuk bekerja kerja keras dulu dan melaksanakan program catur sukkes, yang diantaranya kosolidasi dan kaderisasi.

"Pak ARB menjadi capres tidak sekonyong-konyong, dan itu bukan kemauan ARB. Itu permintaan dari daerah," ungkap Fuad.

ARB, lanjut Fuad, baru menerima mandat dari daerah untuk menjadi capres pada Rapimnas tahun 2011, setelah melihat perkembangan selama satu tahun itu kader Golkar memang solid dan bekerja kerjas. Kerja keras kader ini terbukti dengan hasil survei berbagai lembaga yang selalu menempatkan Golkar di puncak elektabilitas, dan mengungguli partai lain. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA