Di Rusia, SBY Tegaskan Sikap Indonesia Jelas terkait Suriah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 06 September 2013, 07:40 WIB
Di Rusia, SBY Tegaskan Sikap Indonesia Jelas terkait Suriah
presiden sby/net
rmol news logo Tak berapa lama setelah tiba di St Petersburg, Rusia, kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung menghadiri Sesi Kerja I pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 G20.

Sementara Jumat (6/9) ini, yang merupakan hari kedua berada di Rusia, Presiden SBY kembali akan ke Istana Konstantinovsky untuk menghadiri lanjutan rangkaian konferensi.

Pukul 11.00 waktu setempat atau 14.00 WIB, bersama pemimpin G20 lainnya Presiden SBY diagendakan menghadiri dialog dengan kelompok Business 20 (B20) dan Labor 20 (L20).

Dialog mengambil tema 'Mendorong Pertumbuhan dan Lapangan Kerja'. Kegiatan ini merupakan agenda informal. Satu jam kemudian, Presiden mengikuti Sesi Kerja II untuk membahas isu-isu pertumbuhan, lapangan kerja, dan investasi. Termasuk ke dalam pembahasan ini adalah terkait penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif serta investasi dan reformasi struktural.

Seperti dikutip dari situs resmi Presiden, seusai sesi foto bersama, SBY bersama 19 pemimpin G20 lainnya melakukan santap siang kerja (working lunch). Sesi ini membahas tema pertumbuhan dan perdagangan.

Di sela-sela mengikuti kegiatan KTT G20, Presiden SBY diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin G20 lainnya. Mereka, antara lain, Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon, Presiden Turki Recep Tayyip ErdoÄŸan, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma, dan Dirjen Organisasi Buruh Internasional atau ILO Guy Ryder.

Selain membahas isu-isu dalam KTT G20, Presiden SBY juga akan membicarakan solusi bagi penyelesaian konflik di Suriah. Isu Suriah ini juga menjadi tema diskusi diantara para pemimpin G20 yang hadir. Dalam persoalan Suriah, sikap Indonesia sangat jelas, ciptakan segera perdamaian dan akhiri penderitaan rakyat Suriah.
"Tapi tidak harus dikaitkan dengan desakan untuk mundurnya Presiden Bashar Al-Assad," kata Presiden SBY ketika melakukan briefing dengan delegasi Indonesia, kemarin.

Macet merupakan pemandangan sehari-hari di Saint Petersburg. Kota yang dulu bernama Leningrad ini adalah ibukota lama Rusia, sebelum pindah ke Moskow. Hari-hari ini, suhu di St Petersburg beranjak dingin, sekitar 11-17 derajat Celcius, kendati matahari tetap cerah. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA