Bunda Putri Bermain Juga di Hambalang?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 30 Agustus 2013, 19:51 WIB
Bunda Putri Bermain Juga di Hambalang?
ilustrasi/net
rmol news logo Nama Bunda Puteri muncul dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Siapa sebenarnya Bunda Putri?

Beredar kabar di kalangan terbatas, sosok Bunda Putri merujuk pada perempuan berinisial SS. Bunda Putri yang diakui Ridwan Hakim sebagai mentor bisnisnya berumur senja. Dia berperawakan agak kurus dengan kulit putih.

SS disebut-sebut bukan pemain baru dalam proyek di pemerintahan. Kabar lainnya, istri seorang purnawirawan berpangkat kolonel itu juga disebut-sebut bermain dalam proyek sport center di Bukit Hambalang Bogor. Akhir Mei 2013, SS pernah diperiksa KPK sebagai saksi untuk sejumlah tersangka Hambalang.

Selain pernah diperiksa KPK, nama SS juga muncul dalam laporan hasil audit investigatif Hambalang tahap dua BPK.

Rakyat Merdeka Online mencoba mengkonfirmasi soal Bunda Putri kepada Jurubicara KPK Johan Budi SP melalui pesan pendek. Namun hingga berita ini diturunkan, konfirmasi dari Johan belum juga diterima.

Nama Bunda Putri mendadak muncul saat persidangan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. Adalah saksi Ridwan Hakim yang pertama kali menyebut Bunda Putri. Putra keempat Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin itu berada di kediaman Bunda Putri saat Fathanah ditangkap oleh KPK. Ridwan juga sempat diperintah menelepon mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq oleh Bunda Putri usai penangkapan tersebut. Ridwan mengaku Bunda Putri adalah mentor bisnisnya.

Selain pengakuan Ridwan, nama Bunda Putri juga muncul dalam rekaman hasil sadapan yang diputar Jaksa KPK. Dalam rekaman perbincangan pada Januari 2013 itu, Luthfi menyebut Bunda Putri seseorang yang mengondisikan para pengambil keputusan.

"Bukan, maksud saya dia kan decission maker, bunda kan mengkondisikan para dicission maker. Kerjaan lebih berat mengkondisikan pada decission maker dari pada yang pengambil keputusan sendiri," kata Luthfi kepada Bunda Luthfi.

"Jadi kalo si Fatan itu kita minta tempatkan atau kita barterlah dengan Dirjen, itu masih beratlah. Ini cuma untuk pintu masuk. Beratnya dimana? Dan bunda kan gak ngerti untuk satu ini sAja deh, ntar juga penuh, ngapain diatas bunda gag kenal orang, kenapa bunda harus milih, karena bunda tahu kapasitas orang ini. Kalo gag tau waaah gag berani kita, mau ngejodoh-jodohin orang. Ini dunia akherat bunda, gag berani," jawab Bunda Putri kepada Luthfi. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA