"Sudah selayaknya Khofifah yang rekam jejaknya bersih dan berintegritas menjadi gubernur," ujar Ahmad Kasino dari Gerakan Rumah Perubahan di sela-sela debat Cagub/Cawagub Jatim di Hotel Shangrilla, Surabaya, Jumat (16/8).
Dikatakan, masyarakat Jatim sudah bosan dengan janji-janji incumbent yang tidak terbukti. Kegagalan Soekarwo nampak dari rendahnya indeks pembangunan manusia di Jawa Timur padahal APBD yang dimiliki sangat besar. Hal ini menunjukkan pembangunan yang dijalankan Soekarwo tidak pro rakyat, dan bahkan cenderung menyengsarakan rakyat.
"Kesempatan lima tahun Soekarwo-Saifullah Yusuf memimpin Jatim sudah cukup, jangan diperpanjang lagi," serunya.
Salah satu tokoh aktivis reformasi 1998 itu mengingatkan, terlebih lagi pasangan Soekarwo yang kembali maju bersama Saifullah Yusuf diusung oleh Partai Demokrat yang sejumlah elitnya terlibat kasus korupsi seperti Andi Malarangeng, Anas Urbaningingrum, Angelina Sondakh, Nazaruddin, dan Siti Hartati Murdaya. Korupsi adalah kejahatan ekstra ordinary dan musuh rakyat.
"Jadi jangan pilih calon gubernur yang diusung partai korup yang tentunya menyengsarakan rakyat. Pilkada Jatim adalah momentum rakyat Jatim untuk memberikan hukuman kepada parpol korup dan calon gubernur yang sudah nyata gagal," demikian Kasiono.
[dem]
BERITA TERKAIT: