Alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran di Jakarta, Yakin Simatupang, mempertanyakan apa sebab khatib dan imam shalat Idul Fitri diganti hanya beberapa saat sebelum shalat dimulai.
"Pada mulanya yang (akan) bertindak menjadi khatib adalah Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Medan. Namun sekitar lima hari menjelang shalat ada pembatalan secara sepihak. Ia digantikan Tifatul Sembiring," ujarnya.
"Ada apa? Apakah karena Gubernur Sumatera Utara dari PKS? Atau apakah untuk pencitraan Tifatul Sembiring yang merupakan caleg dari dapil Sumut-1 (meliputi Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi)?" tanya dia lagi.
Menurut aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, yang juga mengganggu adalah pergantian imam shalat. Awalnya disebutkan bahwa Darwin Hasibuan yang merupakan qori berskala internasional telah ditetapkan sebagai imam. Bahkan, kata dia lagi, Darwin sudah duduk di sajadah imam. Tetapi sekitar pukul 7.30 WIB, bersamaan dengan kehadiran rombongan Gubsu dan Tifatul Sembiring, Darwin pun diminta mundur ke posisi makmum.
Yakin meminta agar semua pihak yang terkait mengevaluasi kejadian ini, dan jangan sampai terjadi lagi.
[dem]