Mengapa Tifatul Sembiring Mendadak jadi Imam Shalat Idul Fitri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 14 Agustus 2013, 23:31 WIB
Mengapa Tifatul Sembiring Mendadak jadi Imam Shalat Idul Fitri
tifatul sembiring/net
rmol news logo Masih ada yang mengganjal dari pelaksanaan shalat Idul Fitri yang lalu di Lapangan Banteng, Medan (Kamis, 8/8). Diduga ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan momen shalat Idul Fitri itu untuk kepentingan politik terutama menjelang pemilihan umum tahun depan.

Alumnus Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran di Jakarta, Yakin Simatupang, mempertanyakan apa sebab khatib dan imam shalat Idul Fitri diganti hanya beberapa saat sebelum shalat dimulai.

"Pada mulanya yang (akan) bertindak menjadi khatib adalah Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Medan. Namun sekitar lima hari menjelang shalat ada pembatalan secara sepihak. Ia digantikan Tifatul Sembiring," ujarnya.

"Ada apa? Apakah karena Gubernur Sumatera Utara dari PKS? Atau apakah untuk pencitraan Tifatul Sembiring yang merupakan caleg dari dapil Sumut-1 (meliputi Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi)?" tanya dia lagi.

Menurut aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu, yang juga mengganggu adalah pergantian imam shalat. Awalnya disebutkan bahwa Darwin Hasibuan yang merupakan qori berskala internasional telah ditetapkan sebagai imam. Bahkan, kata dia lagi, Darwin sudah duduk di sajadah imam. Tetapi sekitar pukul 7.30 WIB, bersamaan dengan kehadiran rombongan Gubsu dan Tifatul Sembiring, Darwin pun diminta mundur ke posisi makmum.

Yakin meminta agar semua pihak yang terkait mengevaluasi kejadian ini, dan jangan sampai terjadi lagi. [dem]
  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA