Pawai dimulai dari lapangan Kandat. Di sana, ratusan ibu-ibu Muslimat bersama elemen masyarakat lainnya bahkan sudah berkumpul sejak pagi. Pawai kemudian bergerak menuju Pasar Ngadiluwih. Serasa sudah menjadi gubernur, di sepanjang jalan, masyarakat keluar rumah untuk memberi sambutan dengan melambaikan tangan. Khofifah pun membalas lambaian tangan tersebut dengan senyum khasnya.
Situasi makin heboh saat Khofifah tiba di Pasar Ngadiluwih. Ratusan pedagang yang tahu kehadiran Manteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, langsung mengerubuti dan berebut untuk salaman, foto bersama serta berdialog.
"Insyaallah menang Bu," celetuk salah satu pedagang sayur. "Insyaalah Ibu Khofifah jadi gubernur," timpal pedagang lainnya. "Inggih Bu, pengestune nggih (mohon doa restunya ya)," sambut Khofifah.
Tak sekadar menyapa pedagang dan dialog, di pasar tersebut Khofifah juga memborong ketupat. Sembari memborong makanan khas lebaran itu, Khofifah berpatun, "Dino riyoyo ayo mangan kupat. Tanggal 29 ojo lali milih nomor papat," katanya yang disambut koor pedagang, "Pasti Bu, kami pilih Ibu Khofifah, nomor papat."
Setelah menyapa pedagang di Pasar Ngadiluwih, pawai dilanjutkan ke Pasar Grosir II dan Sayur di Kota Kediri.
[dem]
BERITA TERKAIT: