"Gerakan ini sebenarnya sudah muncul sejak lama sebelum adanya kasus Khofifah dijegal. Gebu Berkah terdiri dari kader muda NU yang tidak masuk dalam struktur badan otonom NU manapun," kata Sekretaris Gebu Berkah, Zaenal Anshori, dalam pesan elektroniknya, Selasa (6/8).
Zaenal mengatakan pihaknya telah menggalang dukungan dari masyarakat untuk berjuang bersama Khofofah-Herman (Bekah). Salah satu gerakan yang telah dilakukan adalah menggalang dana mulai dari mata uang pecahan seribu rupiah. Ia mengatakan, setelah Khofifah-Herman dinyatakan lolos, masyarakat lebih antusias mengikuti pilgub Jatim.
"Sekarang sudah jelas pasangan Berkah sudah masuk sebagai bacagub pilgub Jatim. Gebu Berkah akan menggalang dukungan masyarakat untuk memenangkan pasangan Berkah," tandasnya.
Lebih lanjut, ia meyakini, jika terpilih sebagai gubernur, Khofifah akan mampu mewujudkan Jawa Timur makmur. Untuk itu, ia bersama para relawan akan berjuang sekuat tenaga agar Khofifah-Herman menang dan dilantik.
"Kita akan menciptakan wadah bahwa kami yang membantu Berkah dengan menggalang dana mulai dari mata uang pecahan seribu rupiah. Untuk tahap awal kita akan bergerak di wilayah Tapal Kuda, yaitu Jember, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi dan Situbondo hingga Probolinggo. Harapan kami Gebu Berkah bisa ada di setiap kecamatan dan kabupten di Jatim. Ini untuk mempertahankan dan menjaga agar perolehan suara Berkah agar dijaga dan diawasi," jelasnya.
Dikatakannya, pada pilgub Jatim 2008 lalu, Khofifah yang saat itu berpasangan dengan Mudjiono sebenarnya menang. Namun, karena banyaknya rekayasa, Khofifah akhirnya kalah.
"Pilgub lalu bukanlah kekalahan, namun keteledoran dari tim untuk mengawasi perolehan suara dan sistem yang tidak mendukung," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: