Buruh Harus Rebut Kursi Presiden Bila Tak Mau Jadi Objek Kebijakan Belaka

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 24 Juli 2013, 06:30 WIB
Buruh Harus Rebut Kursi Presiden Bila Tak Mau Jadi Objek Kebijakan Belaka
rmol news logo . Kondisi perburuhan nasional berada di titik nadir. Di saat yang sama, politik perburuhan belum berpihak pada kepentingan buruh sehingga hak-hak buruh menjadi terabaikan, dan pekerja kontrak kian merajalela.

"Secara politis, posisi tawar buruh di mata pemerintah dan pengusaha sangat lemah. Hal ini menyebabkan buruh menjadi objek kebijakan, bukan subjek kebijakan. Oleh karena itu nasib buruh harus diperjuangkan oleh kaum buruh dan kekuasan harus bisa direbut oleh kaum buruh," kata Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB, Lalu Wirasakti.

Karena itu ungkap Lalu Wirasaksti, buruh berharap Presiden Indonesia 2014-2019 adalah sosok yang peduli terhadap nasib buruh dan kesejahteraan buruh. Pernyataan Wirasakti ini disampaikan deklarasi dalam Forum Kesatuan Buruh Nusa Tenggara Barat di Mataram, Selasa (23/7).

Forum Kesatuan Buruh NTB itu mencakup lima elemen buruh, yakni Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB yang diketuai Lalu Wirasakti, Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) NTB yang dikoordinasi Suci Makbullah, Lembaga Amanah Gappa Samudra (Lagas) NTB yang dipimpin M. Akbar, Migran Wold Indonesia (MWI) NTB yang dikoordinasi Frima Hariyudha Wasti, dan Forum Petani Tembakau Lombok Timur (FPTL) pimpinan Lalu Mulyadi. Sementara tujuan deklarasi adalah untuk mendukung Moh Jumhur Hidayat sebagai Calon Presiden (Capres) RI melalui konvensi Partai Demokrat.

Dalam deklarasi, para ketua organisasi buruh di NTB itu berkumpul di podium Gelanggang Pemuda dam bergandengan tangan serta membacakan naskah deklarasi yang berisi lima pernyataan penting. Yaitu, pertama, mengamanatkan kepada seorang aktivis buruh, seorang pejuang buruh, Moh Jumhur Hidayat agar bersedia dicalonkan sebagai Capres RI periode 2014-2019. Kedua, mendorong dan mendukung Moh Jumhur Hidayat untuk mengikuti dan berjuang dalam Konvensi Capres Partai Demokrat untuk Pemilu Presiden 2014.

Ketiga, meminta kepada Ketua DPD Partai Demokrat NTB untuk mengantarkan pernyataan deklarasi ini kepada Panitia Konvensi Capres Partai Demokrat. Keempat, dengan segenap tenaga dan seluruh kekuatan, kaum buruh siap untuk berjuang dan bekerja keras menjadikan Moh Jumhur Hidayat sebagai Presiden RI 2014-2019. Kelima, kaum buruh yakin bahwa Moh Jumhur Hidayat mampu membangun jiwa dan harkat Indonesia serta memimpin seluruh komponen bangsa menuju keadilan dan kesejahteraan bagi semua.

Naskah deklarasi itu dibacakan di hadapan sekitar 500 orang kaum buruh di wilayah NTB, yang tergabung dalam berbagai organisasi perburuhan. Naskah deklarasi itu, kemudian diserahkan kepada perwakilan DPD Partai Demokrat NTB agar dapat diteruskan ke Panitia Konvensi Capres Partai Demokrat. Hadir pula dalam momentum deklarasi dukungan capres kepada Moh Jumhur Hidayat itu, para tokoh pemuda dan tokoh adat suku Sasak. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA