Lima Gubernur Beri Motivasi kepada Caleg Golkar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 23 Juni 2013, 12:49 WIB
Lima Gubernur Beri Motivasi kepada Caleg Golkar
Ketua Umum DPP Golkar aburizal bakrie
rmol news logo Gubernur Sumatera Selatan Alex Noordin meminta para kader Partai Golkar yang menjadi kepala daerah menjalankan roda pemerintahan semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bagaimana sekarang para kepala daerah dari Partai Golkar bisa menjalankan roda pemerintahan semata-mata untuk kesejahteraan rakyat. Kalau itu bisa dijalankan, maka saya yakin Partai Golkar akan menang," kata Gubernur Sumsel Alex Noordin di sela-sela Pembekalan Caleg dan pengukuhan Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu Partai Golkar di Denpasar, Bali, Sabtu (22/6).

Seperti disebutkan dalam rilis yang diterima redaksi, pembekalan tersebut dihadiri oleh 1.886 orang, yang terdiri dari 33 DPD Partai Golkar Provinsi se-Indonesia diwakili oleh 4 orang peserta, dengan unsur Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu, 497 DPD Partai Golkar Kabupaten dan Kota se-Indonesia diwakili oleh 2 orang, dengan unsur Ketua dan Sekretaris, dan 560 Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Golkar dari 77 Daerah Pemilihan seluruh Indonesia.

Lima Gubernur dari Partai Golkar yakni Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Gubernur Sulbar Adnan Shaleh dan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memberikan dorongan bagai para caleg Partai Golkar untuk memenangkan pileg.

Menurut Alex yang juga ketua DPD I PG Sumsel, yang penting adalah nyata yang bisa dirasakan oleh rakyat. Alex menceritakan pengalamannya ketika menjadi bupati dan juga gubernur Sumsel bisa membebaskan biaya pendidikan, maupun kesehatan maka masyarakat akan mencintai partai Golkar.

"Ada korelasi langsung antara elektabilitas partai dengan elektabilitas kadernya. Kalau kader-kadernya bisa berikan kesejahteraan rakyat, maka otomatis akan meningkatkan elektabilitas partai. Intinya apakah kehadiran partai golkar bisa dirasakan masyarakat," kata Alex.

Hal yang sama disampaikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bahwa kehidupan saat ini semakin maju, maka semakin kompleks tantangan dari masyarakat.
Karena itu, tambah Syahrul, Partai Golkar ingin selalu simbolkan kepentingan rakyat. Karena itu tambah Syahrul kepentingan Partai Golkar harus mampu menyelaraskan kepentingan rakyat.

"Kader-kader harus senantiasa menyuarakan kepentingan rakyat. Kalau kader-kader mampu menjawab kepentingan rakyat, maka Golkar akan semakin dicintai rakyat," kata Syahrul.

Syahrul meminta para kader PG yang menjadi Kepala daerah/bupati/kepala daerah dan  menempati posisi-posisi strategis agar mampu memberikan kesejahteraan rakyat. "Kalau itu terjadi, ada prestasi-prestasi kader di seluruh daerah, maka pasti Partai Golkar bisa memenangkan pemilu. Saya yakin Partai Golkar akan jaya," kata Syahrul.

Sementara Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menegaskan jabatan adalah amanah,  bukan untuk meraih kekuasaan. Karena itu, tambahnya dengan amanah itu harus ditunjukkan dengan kerja keras mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Akan percuma saja kalau hanya segelintir pimpinan yang teriak-teriak Partai Golkar harus menang, Golkar jaya, itu tidak akan mengangkat. Tetapi semua kader harus bekerja keras," kata Rusli Habibie.

Menurut Rusli kerja keras kader hasilnya harus bisa dirasakan langsung rakyat, intinya kesejahteraan masyarakat. "Jika rakyat sudah merasakan karya nyata kader Partai Golkar, bukan sekedar kata-kata, maka pasti akan milih kader Golkar," kata Rusli.

Sedangkan gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah menegaskan bahwa kesuksesan Partai Golkar akan tercapai bila kinerja kader Partai Golkar baik. "Jadi kinerja kader akan menjadi kunci keberhasilan partai Golkar," kata Atut.

Karena itu Atut mengingatkan agar para caleg partai Golkar tidak saling bergesekan dan memunculkan kampanye hitam. Atut justru menyarankan agar para caleg Partai Golkar dalam satu dapil bisa bersinergi dengan membuat program yang dibagi-bagi antar caleg. "Jangan sampai pada caleg satu dapil  saling bergesekan. Bagaimana bisa membuat program untuk berbagi tugas masing-masing agar saling menguatkan," kata Atut. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA