Warga: Rp 150 Ribu Nggak Ada Artinya, Apalagi Cuman 4 Bulan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 21 Juni 2013, 23:01 WIB
Warga: Rp 150 Ribu Nggak Ada Artinya, Apalagi Cuman 4 Bulan
ilustrasi
rmol news logo Warga Pademangan, Jakarta Utara, menggelar nonton bareng  pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah beberapa saat tadi.

Bahkan, para warga sudah berkumpul sejak pukul 20.00 WIB.

Warga sendiri menolak kenaikan harga BBM tersebut. "(Kami) Keberatan. Ini mau masuk bulan Puasa, anak-anak baru lulusan sekolah.  Apalagi itu naiknya nggak kira-kira," kata Zubaida, seorang ibu rumah tangga (Jumat, 21/6).

Terkait adanya Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM, menurutnya hal itu sangat tidak baik.

"Itu nggak bagus. Dana itu nggak tepat sasaran. Lebih baik diperbanyak lapangan pekerjaan. Rp 150 nggak ada artinya. Apalagi cuman 4 bulan," sambungnya, seperti disiarkan Metro TV.

Perempuan berjilbab ini juga mengaku belum menerima Kartu Peduli Sosial (KPS). Dia tidak tahu apakah tetangganya mendapat KPS tersebut. Tapi kalaupun ada pihak RT yang menyerahkan KPS kepadanya, dia akan menolak. "Lebih baik dikasih ke yang lebih membutuhkan," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA