Bahkan, para warga sudah berkumpul sejak pukul 20.00 WIB.
Warga sendiri menolak kenaikan harga BBM tersebut. "(Kami) Keberatan. Ini mau masuk bulan Puasa, anak-anak baru lulusan sekolah. Apalagi itu naiknya nggak kira-kira," kata Zubaida, seorang ibu rumah tangga (Jumat, 21/6).
Terkait adanya Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM, menurutnya hal itu sangat tidak baik.
"Itu nggak bagus. Dana itu nggak tepat sasaran. Lebih baik diperbanyak lapangan pekerjaan. Rp 150 nggak ada artinya. Apalagi cuman 4 bulan," sambungnya, seperti disiarkan
Metro TV.
Perempuan berjilbab ini juga mengaku belum menerima Kartu Peduli Sosial (KPS). Dia tidak tahu apakah tetangganya mendapat KPS tersebut. Tapi kalaupun ada pihak RT yang menyerahkan KPS kepadanya, dia akan menolak. "Lebih baik dikasih ke yang lebih membutuhkan," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: