Kebijakan ini diambil untuk meminimalisir kemungkinan munculnya aksi unjuk rasa susulan dalam penolakan kenaikan BBM. Apalagi aksi yang berlangsung, Senin malam berakhir anarkis.
"Karena kami lihat yang tadi malam (keputusannya di DPR) masih persetujuan kenaikan BBM. Apalagi kalau sudah ditetapkan, berapa kenaikan harganya," katanya di Polresta Medan, Selasa (18/6), seperti dikutip dari
MedanBagus.Com.
Jongkers menyebutkan, kebijakan meliburkan kampus sudah mereka lakukan sejak kemarin. Hal ini dilakukan karena sudah melihat indikasi bakal munculnya aksi unjuk rasa di depan kampus mereka. Bersama dengan dekan dari seluruh fakultas, mereka langsung mengumumkan hari libur tersebut.
"Pagi hari sebelum demo sekitar pukul 10.00 WIB, kami sudah mengumumkannya, lalu kami meminta seluruh mahasiswa pulang," jelasnya.
Atas dasar inilah pihak kampus menutup akses masuk kedalam kampus, hingga akhirnya gerbang kampus didobrak oleh pengunjuk rasa.
[zul]
BERITA TERKAIT: