Empat fraksi, PDI Perjuangan, PKS, Gerindra, dan Hanura menolak. Sementara lima fraksi lainnya, yaitu Partai Demokrat, Golkar, PAN, PPP, dan PKB mendukung.
Apakah sikap fraksi-fraksi itu akan mempengaruhi keterpilihan mereka di 2014?
"Harus disurvei dulu. Saya tidak bisa memprediksi. Karena karakter pemilih di Indonesia itu pemaaf dan pendek ingatan. Pemilu masih panjang. Apalagi nanti ada BLSM. Nanti lupa lagi. Jadi siapa yang dapat barokah, kita nggak tahu," ujar Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda kepada
Rakyat Merdeka Online (Selasa, 18/6).
Tapi yang paling ideal, menurut Hanta, rakyat yang merasa dirugikan atas kenaikan harga BBM, harus menghukum partai-partai yang mendukung kenaikan tersebut. Artinya, jangan dipilih lagi pada Pemilihan Umum 2014 mendatang.
"Rakyat yang menolak, catat itu baik-baik. Tapi kalau masyarakat mendukung kenaikan BBM, apalagi sosialisasi iklan pemerintah sangat masif, jadi ya tergantung persepsi publik. Dalam politik elektoral itukan persepsi yang jadi panglima," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: