"Pemerintah sudah tidak mempunyai rasa empati terhadap apa yang dihadapi masyarakat saat ini," ujar Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin (Senin, 17/4).
Saleh menjelaskan, saat ini mayoritas penduduk Indonesia, yaitu umat Islam, akan memasuki bulan suci Ramadhan. Sudah menjadi kebiasaan, setiap jelang bulan puasa, harga berbagai kebutuhan melambung sangat tinggi.
Selain itu, saat ini juga memasuki tahun ajaran baru. Sehingga sebagian besar para orang tua murid akan memasukkan anak-anaknya ke sekolah baru maupun kelas baru. Tentu mereka akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Karena itu, Hanura mengingatkan, pemerintah jangan sampai perberat beban yang dihadapi masyarakat dengan menaikan harga BBM. Saat ini saja, berbagai kebutuhan sudah merangkak naik. Apalagi kalau BBM dinaikan maka tentu akan naik lagi.
"Untuk itu, secara tegas Hanura menolak kenaikan harga BBM walaupun pemerintah sudah diberikan keleluasaan boleh menaikan BBM dengan catatan ICP rata-rata dalam 6 bulan terahir mencapai 115 USD. Nah saat ini ICP berada di angka 95 USD (per barel). Jadi pemerintah belum punya alasan yang kuat untuk menaikan harga BBM," tegas Saleh.
[zul]
BERITA TERKAIT: