
Penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus disuarakan oleh masyarakat, termasuk mahasiswa. Sore tadi (Jumat, 14/6), mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang menggelar unjuk rasa.
Tapi sayangnya, unjuk rasa berujung bentrokan dengan aparat keamanan.
Bentrokan ini karena polisi membubarkan aksi mahasiswa. Tak tanggung-tanggung, untuk menghentikan aksi mahasiswa, polisi mengeluarkan gas air mata dan mendorong mahasiswa masuk kampus.
Pasalnya, unjuk rasa tersebut dianggap mengganggu ketertiban, apalagi melewati batas waktu demo pukul 18.00 WIB. Karena didesak, mahasiswa pun terpaksa masuk kampus. Hingga saat ini mereka masih bertahan dan tetap membentangkan spanduk, "Mahasiswa UKI Tolak Penaikan Harga BBM".
Dalam unjuk rasanya, mahasiswa memang membakar ban dan melakukan orasi di depan kampus mereka. Tak lama setelah itulah, polisi datang membubarkan secara paksa.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: